Wabah Pes Melanda Kongo, Lebih dari 31 Orang Meninggal
Sabtu, 20 Februari 2021 - 01:41 WIB
loading...
A
A
A
"Di antara mereka yang terinfeksi adalah bayi berusia tiga bulan," menurut Laudisoit.
Baca juga: Kongo Umumkan Berakhirnya Wabah Ebola di Tengah Pandemi Corona
Wabah yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis ini adalah endemik di provinsi tempat pertama kali dikonfirmasi pada tahun 1926. Wabah terjadi secara teratur, dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengeluarkan peringatan atas lonjakan kasus penyakit di wilayah Rethy Ituri pada Juli tahun lalu.
Wabah terbaru dimulai dengan kematian massal di antara tikus, yang telah terinfeksi oleh kutu pembawa kuman di bulunya. Kutu-kutu itu kemudian mulai mencari inang baru dan berpindah ke manusia, menginfeksi mereka melalui gigitannya.
Wabah Pes adalah bentuk paling umum dari penyakit ini, yang terjadi setelah bacillus bergerak melalui darah dan menyerang kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening yang bengkak dan nyeri yang terkadang bisa pecah dikenal sebagai 'buboes'. Gejala lain termasuk demam, sakit kepala, dan muntah.
Baca juga: Mantan Presiden Kongo Meninggal Akibat Virus Corona
Baca juga: Kongo Umumkan Berakhirnya Wabah Ebola di Tengah Pandemi Corona
Wabah yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis ini adalah endemik di provinsi tempat pertama kali dikonfirmasi pada tahun 1926. Wabah terjadi secara teratur, dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengeluarkan peringatan atas lonjakan kasus penyakit di wilayah Rethy Ituri pada Juli tahun lalu.
Wabah terbaru dimulai dengan kematian massal di antara tikus, yang telah terinfeksi oleh kutu pembawa kuman di bulunya. Kutu-kutu itu kemudian mulai mencari inang baru dan berpindah ke manusia, menginfeksi mereka melalui gigitannya.
Wabah Pes adalah bentuk paling umum dari penyakit ini, yang terjadi setelah bacillus bergerak melalui darah dan menyerang kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening yang bengkak dan nyeri yang terkadang bisa pecah dikenal sebagai 'buboes'. Gejala lain termasuk demam, sakit kepala, dan muntah.
Baca juga: Mantan Presiden Kongo Meninggal Akibat Virus Corona
Lihat Juga :