Kongo Umumkan Berakhirnya Wabah Ebola di Tengah Pandemi Corona
Jum'at, 26 Juni 2020 - 00:40 WIB
loading...
Kongo mengumumkan berakhirnya wabah Ebola kedua yang mematikan di tengah pandemi virus Corona. Foto/VOA
A
A
A
BENI - Kongo timur secara resmi menandai berakhirnya wabah Ebola yang paling mematikan kedua dalam sejarah pada Kamis (25/6/2020) waktu setempat. Wabah yang menewaskan 2.280 orang selama hampir dua tahun ini merebak di tengahpemberontakan bersenjata dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap janji vaksin baru.
Tonggak sejarah itu dibayangi oleh tantangan kesehatan besar yang masih dihadapi Kongo: epidemi campak terbesar di dunia, meningkatnya ancaman Covid-19 dan wabah Ebola baru di utara.
"Kami sangat bangga bisa menang atas epidemi yang berlangsung begitu lama," kata Dr. Jean-Jacques Muyembe, yang mengoordinasi respon Ebola nasional dan timnya juga mengembangkan pengobatan baru untuk penyakit hemoragik yang dulu tidak bisa disembuhkan itu seperti dikutip dari VOA, Jumat (26/6/2020).
Awalanya pengumunan bebas Ebola ini akan dilakukan pada bulan April. Namun hal itu urung dilakukan karena kemunculan kasus baru tiga hari sebelum deklarasi. Ini memaksa pengumuman itu harus menunggu selama 42 hari agar pengumuman itu benar-benar bisa dilakukan.
Epidemi, yang dimulai pada Agustus 2018, menghadirkan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kementerian Kesehatan Kongo dan kelompok-kelompok bantuan internasional karena itu adalah epidemi Ebola pertama di zona konflik. Kelompok-kelompok bersenjata menghadapi risiko sedemikian rupa sehingga kadang-kadang vaksinasi hanya dapat dilakukan oleh tim-tim kecil yang tiba dengan helikopter.
Tonggak sejarah itu dibayangi oleh tantangan kesehatan besar yang masih dihadapi Kongo: epidemi campak terbesar di dunia, meningkatnya ancaman Covid-19 dan wabah Ebola baru di utara.
"Kami sangat bangga bisa menang atas epidemi yang berlangsung begitu lama," kata Dr. Jean-Jacques Muyembe, yang mengoordinasi respon Ebola nasional dan timnya juga mengembangkan pengobatan baru untuk penyakit hemoragik yang dulu tidak bisa disembuhkan itu seperti dikutip dari VOA, Jumat (26/6/2020).
Awalanya pengumunan bebas Ebola ini akan dilakukan pada bulan April. Namun hal itu urung dilakukan karena kemunculan kasus baru tiga hari sebelum deklarasi. Ini memaksa pengumuman itu harus menunggu selama 42 hari agar pengumuman itu benar-benar bisa dilakukan.
Epidemi, yang dimulai pada Agustus 2018, menghadirkan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kementerian Kesehatan Kongo dan kelompok-kelompok bantuan internasional karena itu adalah epidemi Ebola pertama di zona konflik. Kelompok-kelompok bersenjata menghadapi risiko sedemikian rupa sehingga kadang-kadang vaksinasi hanya dapat dilakukan oleh tim-tim kecil yang tiba dengan helikopter.
Lihat Juga :