Selain Ukraina, AS Incar Tanah Jarang di Negara Afrika Ini Senilai Rp391.080 Triliun

Minggu, 09 Maret 2025 - 14:46 WIB
loading...
Selain Ukraina, AS Incar...
AS incar tanah jarang di Kongo. Foto/Xinhua/Zanem Nety Zaidi
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sedang menjajaki kesepakatan dengan Republik Demokratik Kongo (DRC) untuk mengakses tanah jarang senilai Rp391.080 triliun sebagai imbalan atas bantuan keamanan Amerika.

Seperti dilaporkan Financial Times bahwa kekerasan meningkat di provinsi-provinsi timur negara yang kaya sumber daya itu pada bulan Januari, dengan militan kelompok M23 merebut beberapa kota penting. Bulan lalu, Perdana Menteri Judith Suminwa memperkirakan bahwa konflik tersebut telah menyebabkan 7.000 korban jiwa.

DRC telah berulang kali menuduh negara tetangga Rwanda mendukung militan, klaim yang telah digaungkan oleh Barat. Rwanda secara konsisten membantah tuduhan tersebut.

Pada hari Sabtu, FT mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa diskusi AS-RDK tentang potensi kesepakatan mineral telah meningkat baru-baru ini, "meskipun beberapa kendala masih ada" dan "masih dalam tahap yang relatif awal."

Bulan lalu, Tina Salama, juru bicara Presiden DRC Felix Tshisekedi, menulis di X bahwa Kinshasa "mengundang AS, yang perusahaannya mendapatkan bahan baku strategis dari Rwanda, bahan yang dijarah dari DRC dan diselundupkan ke Rwanda sementara penduduk kami dibantai, untuk membelinya langsung dari kami, pemilik yang sah." Rwanda telah membantah terlibat dalam penyelundupan mineral.

Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru

Sebelum itu, Senator DRC Pierre Kanda Kalambayi mengirim surat kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang mengatakan bahwa "Amerika Serikat berada dalam posisi yang baik untuk menjalin kemitraan yang langgeng dengan DRC – negara yang memiliki lebih dari USD24 triliun (setara Rp391.080 triliun) cadangan mineral penting yang belum dimanfaatkan." Di antara sumber daya yang disebutkan adalah kobalt, yang sangat diminati oleh sektor kedirgantaraan dan pertahanan, serta litium, tantalum, dan uranium.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Nah, Pentagon Minta...
Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Raisa Duet dengan Sung...
Raisa Duet dengan Sung Si-kyung Bawakan Lagu 'Heaven Knows'
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved