Heboh Video Putri Latifa Dipenjara di Vila, Penguasa Dubai Bungkam
Rabu, 17 Februari 2021 - 06:40 WIB
loading...
A
A
A
"Saya seorang sandera dan vila ini telah diubah menjadi penjara," kata Latifa, 35, dalam video "The Missing Princess" yang diterbitkan oleh BBC Panorama dan dikutip Reuters, Rabu (17/2/2021).
Dia mengatakan membuat video di kamar mandi vila, satu-satunya ruangan tempat dia bisa mengunci diri. "Saya tidak bisa membuka jendela apa pun...Saya sendirian, kurungan terisolasi. Tidak ada akses ke bantuan medis, tidak ada pengadilan, tanpa dakwaan, tidak ada."
Baca juga: Arab Saudi Dilaporkan Tangkap Ulama Perempuan karena Mengajar Al-Qur'an di Rumah
Menurut BBC, Putri Latifa diam-diam merekam video dirinya di ponsel saat bersembunyi di kamar mandi yang bisa dia kunci. Video dokumenter itu menyatakan sekitar setahun setelah Latifa dibawa kembali ke Dubai, temannya Tiina Jauhiainen dihubungi oleh seseorang yang membantunya secara diam-diam berhubungan kembali dengannya.
"Jauhiainen berhasil mendapatkan telepon ke Latifa dan sejak itu sang putri telah merekam banyak pesan video menggambarkan penahanannya di sebuah vila yang diubah menjadi penjara dengan jendela tertutup," kata BBC dalam siaran persnya.
"BBC Panorama telah secara independen memverifikasi detail di mana Latifa disandera. Dia dijaga oleh sekitar 30 polisi, bekerja secara bergilir, baik di dalam maupun di luar vila. Lokasinya hanya beberapa meter dari pantai. Tidak diketahui apakah dia masih ada di sana," lanjut siaran pers tersebut.
Dia mengatakan membuat video di kamar mandi vila, satu-satunya ruangan tempat dia bisa mengunci diri. "Saya tidak bisa membuka jendela apa pun...Saya sendirian, kurungan terisolasi. Tidak ada akses ke bantuan medis, tidak ada pengadilan, tanpa dakwaan, tidak ada."
Baca juga: Arab Saudi Dilaporkan Tangkap Ulama Perempuan karena Mengajar Al-Qur'an di Rumah
Menurut BBC, Putri Latifa diam-diam merekam video dirinya di ponsel saat bersembunyi di kamar mandi yang bisa dia kunci. Video dokumenter itu menyatakan sekitar setahun setelah Latifa dibawa kembali ke Dubai, temannya Tiina Jauhiainen dihubungi oleh seseorang yang membantunya secara diam-diam berhubungan kembali dengannya.
"Jauhiainen berhasil mendapatkan telepon ke Latifa dan sejak itu sang putri telah merekam banyak pesan video menggambarkan penahanannya di sebuah vila yang diubah menjadi penjara dengan jendela tertutup," kata BBC dalam siaran persnya.
"BBC Panorama telah secara independen memverifikasi detail di mana Latifa disandera. Dia dijaga oleh sekitar 30 polisi, bekerja secara bergilir, baik di dalam maupun di luar vila. Lokasinya hanya beberapa meter dari pantai. Tidak diketahui apakah dia masih ada di sana," lanjut siaran pers tersebut.
Lihat Juga :