Kado Cinta untuk Romeo Juliet
Minggu, 17 Mei 2020 - 21:50 WIB
loading...
A
A
A
Tiap hari, jika kangen, mereka hanya bisa berbicara melalui pagar besi, dengan jarak dua meter. Romeo Juliet ala Kruezlingen Konstan ini terlihat saban sore, ketika musim panas mulai tiba, saat cuaca sedang enak enaknya untuk memadu kasih. Mereka lesehan dalam kerkahan pagar kawat, bisa bercakap, dengan setengah berteriak. Tak bisa pelukan, tak bisa ciuman.
Bahkan ada pasangan yang rela menikah, agar bisa bertemu langsun. Salome Zimmermann, Swiss, memilih menikahi pasangan LGBT-nya, Tanja Weidmann, Jerman, agar bisa saling mengunjungi. Tak ada pesta, hanya satu saksi dan penghulu. Jikapun ada party, hanya sekotak sushi yang disantap di taman, bukan fancy restoran. “Yang penting bisa ketemu langsung,“ kata Salome Zimmermann, kepada media Swiss.
Tapi itu juga dulu. Sejak Jumat (14/5) petang, pagar pembatas itu dibuka. Romeo Juliet kedua kota ini bahagia tak terperih. Berhamburanlah mereka ke pasangannya masing masing. Kangen ditumpahkan dengan cara Eropa. Berpelukan seakan tak bisa dilepaskan lagi, lalu menghilang, seakan ditelan bumi.
Bebaskah sudah keluar masuk Swiss Jerman? Agaknya tidak. Pagar pembatas itu bukan perbatasan resmi Swiss Jerman. Namun hanyalah perbatasan antara dua kota tersebut, khususnya untuk pejalan kaki. Mobil harus tetap masuk melalui “No Man Land“. Kontrol tetap berlaku, meskipun tidak seketat masa awal lockdown.
(Baca: Peneliti Swiss Temukan Konsentrasi Kecil Covid-19 di Air Limbah )
Bahkan ada pasangan yang rela menikah, agar bisa bertemu langsun. Salome Zimmermann, Swiss, memilih menikahi pasangan LGBT-nya, Tanja Weidmann, Jerman, agar bisa saling mengunjungi. Tak ada pesta, hanya satu saksi dan penghulu. Jikapun ada party, hanya sekotak sushi yang disantap di taman, bukan fancy restoran. “Yang penting bisa ketemu langsung,“ kata Salome Zimmermann, kepada media Swiss.
Tapi itu juga dulu. Sejak Jumat (14/5) petang, pagar pembatas itu dibuka. Romeo Juliet kedua kota ini bahagia tak terperih. Berhamburanlah mereka ke pasangannya masing masing. Kangen ditumpahkan dengan cara Eropa. Berpelukan seakan tak bisa dilepaskan lagi, lalu menghilang, seakan ditelan bumi.
Bebaskah sudah keluar masuk Swiss Jerman? Agaknya tidak. Pagar pembatas itu bukan perbatasan resmi Swiss Jerman. Namun hanyalah perbatasan antara dua kota tersebut, khususnya untuk pejalan kaki. Mobil harus tetap masuk melalui “No Man Land“. Kontrol tetap berlaku, meskipun tidak seketat masa awal lockdown.
(Baca: Peneliti Swiss Temukan Konsentrasi Kecil Covid-19 di Air Limbah )
Lihat Juga :