PBB: 400.000 Anak Balita Yaman Bisa Meninggal Kelaparan Tahun Ini

Sabtu, 13 Februari 2021 - 17:30 WIB
loading...
PBB: 400.000 Anak Balita...
Seorang balita mendapat perawatan di Rumah Sakit Sabeen di Sanaa, Yaman, 13 Januari 2021. Foto/Anadolu
A A A
SANAA - Sekitar 400.000 anak Yaman usia di bawah lima tahun (balita) bisa meninggal karena kelaparan tahun ini jika tidak segera mendapat bantuan.

Saat ini terjadi peningkatan gizi buruk akut akibat perang dan pandemi virus corona. Perkiraan suram itu diungkapkan empat badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Peringatan itu muncul hampir enam tahun setelah pecahnya perang yang menyebabkan 80% populasi bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Baca juga: Rusia Bangun Pangkalan Udara Suriah untuk Terima Pesawat Pembom Nuklir

Dalam satu laporan, badan-badan PBB tersebut memproyeksikan peningkatan 22% kasus gizu buruk akut pada anak-anak balita di Yaman, dibandingkan 2020.

Lihat infografis: Putra Mahkota Saudi Luncurkan ‘Coral Bloom’ di Laut Merah

Malnutrisi akut yang parah berarti ada risiko kematian akibat kekurangan makanan. “Aden, Hudaydah, Taiz dan Sanaa termasuk di antara daerah yang paling parah terkena dampak,” ungkap laporan itu.



"Angka-angka ini adalah seruan lain untuk bantuan dari Yaman di mana setiap anak yang kekurangan gizi juga berarti satu keluarga yang berjuang bertahan hidup," ungkap Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP) David Beasley dalam pernyataan bersama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), UNICEF, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sebanyak 2,3 juta lainnya berumur di bawah 5 tahun diperkirakan menderita gizi buruk akut pada 2021.

Malnutrisi akut di antara anak-anak dan ibu-ibu di Yaman telah meningkat setiap tahun akibat konflik.

Situasi ini juga didorong tingginya tingkat penyakit dan meningkatnya tingkat kerawanan pangan.

Sekitar 1,2 juta wanita hamil atau menyusui diproyeksikan mengalami kekurangan gizi akut tahun ini.

Kelaparan tidak pernah diumumkan secara resmi di Yaman. PBB mengatakan negara itu adalah krisis kemanusiaan terbesar di dunia.

Seiring konflik, kemerosotan ekonomi, dan pandemi, kekurangan sumbangan tahun lalu juga berkontribusi pada memburuknya krisis kemanusiaan.

Bantuan perbaikan gizi dan layanan lain yang mencegah jutaan orang dari kelaparan dan penyakit secara bertahap dihentikan di Yaman di tengah kekurangan dana yang parah.

Badan-badan tersebut mengatakan mereka hanya menerima USD1,9 miliar dari USD3,4 miliar yang dibutuhkan untuk bantuan kemanusiaan. Program-program itu sudah mulai ditutup dan diperkecil.

Yaman yang miskin telah dilanda kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kotanya, Sanaa.

Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi militer pimpinan Arab Saudi meluncurkan kampanye udara yang bertujuan menggulung kembali keuntungan wilayah Houthi.

Perang itu telah menewaskan lebih dari 100.000 orang dan mendorong jutaan orang ke ambang kelaparan, menurut data resmi PBB.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Dituding Sengaja...
AS Dituding Sengaja Dorong Warga Kuba ke dalam Kelaparan
Houthi Bersumpah Tingkatkan...
Houthi Bersumpah Tingkatkan Serangan ke AS dan Israel jika Perang Terus Berlanjut
Houthi Yaman Ancam Intervensi...
Houthi Yaman Ancam Intervensi Militer dalam Perang Iran-AS
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Surati 'Sheikh Mata-mata' UEA soal Yaman dan Sudan
Arab Saudi Kerahkan...
Arab Saudi Kerahkan Uang dan Pengaruh di Yaman setelah Mengusir UEA
Eks Dewan Syura Arab...
Eks Dewan Syura Arab Saudi Ungkap UEA Kuda Troya Zionis Israel di Dunia Arab
Siapa Pemasang Kiswah...
Siapa Pemasang Kiswah Kakbah Pertama? Ini Kisah Uniknya dari Negeri Yaman
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Pacu Kinerja, Pelindo...
Pacu Kinerja, Pelindo Sinergi Lokaseva Rombak Jajaran Direksi
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah Abang–Blok M dan Tj Priok–Kp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
Berita Terkini
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Infografis
Saat Ini, Musuh Terberat...
Saat Ini, Musuh Terberat Israel Adalah Kelompok Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved