Arab Saudi Kerahkan Uang dan Pengaruh di Yaman setelah Mengusir UEA

Jum'at, 06 Februari 2026 - 11:34 WIB
loading...
Arab Saudi Kerahkan...
Arab Saudi mengerahkan uang dan pengaruh di Yaman setelah mengusir pasukan Uni Emirat Arab. Foto/SPA
A A A
RIYADH - Setelah mengusir pasukan Uni Emirat Arab (UEA) dari Yaman akhir tahun lalu, Kerajaan Arab Saudi mengerahkan dana miliaran dolar dan pengaruh dalam upaya untuk membawa negara tetangganya di selatan itu berada di bawah kendalinya.

Itu diungkap empat pejabat Yaman dan dua pejabat Barat kepada Reuters, Jumat (6/2/2026). Upaya ini menjadi tanda bahwa Riyadh menegaskan kembali dirinya secara regional setelah bertahun-tahun memprioritaskan agenda domestik.

Ini adalah tantangan yang berat. Kerajaan Teluk yang kaya raya ini berupaya menyatukan kelompok-kelompok bersenjata dan suku-suku yang terpecah belah di Yaman.

Baca Juga: Seteru Arab Saudi dan UEA Meruncing, Dikhawatirkan Munculkan Krisis Baru di Teluk

Riyadh sekaligus menopang negara yang sedang runtuh itu melalui suntikan dana besar-besaran, dengan konflik yang belum terselesaikan dengan pemberontak Houthi di Yaman utara yang ditahan oleh gencatan senjata yang rapuh-tepat ketika Arab Saudi menghadapi krisis anggaran di dalam negeri.

Kerajaan tersebut menganggarkan hampir USD3 miliar tahun ini untuk menutupi gaji pasukan dan pegawai negeri sipil Yaman, menurut empat pejabat Yaman dan dua pejabat Barat, yang mengatakan bahwa itu termasuk sekitar USD1 miliar yang dialokasikan untuk gaji para milisi selatan yang sebelumnya dibayarkan oleh Abu Dhabi.

"Arab Saudi telah bekerja sama dengan kami dan menyatakan kesediaannya untuk membayar semua gaji secara penuh," kata Menteri Informasi Yaman Muammar Eryani kepada Reuters dalam sebuah wawancara, tanpa memberikan angka total.

Eryani mengatakan dukungan Arab Saudi akan memungkinkan Yaman untuk mengatur ulang faksi-faksi bersenjata dan membawa mereka di bawah otoritas negara.

Menurut para pejabat, Riyadh menginginkan kisah sukses di wilayah Yaman yang dikuasai oleh pemerintah yang diakui secara internasional yang didukungnya, yang berada dalam pengasingan dari ibu kota Sanaa yang dikuasai Houthi.

Arab Saudi berharap hal itu akan memberikan tekanan pada Houthi yang bersekutu dengan Iran, yang menguasai sekitar sepertiga negara, untuk duduk di meja perundingan, sekaligus membangun kekuatan pemerintah Yaman jika konfrontasi militer diperlukan.

Kerajaan Arab Saudi, kata tiga dari enam pejabat tersebut, juga menawarkan iming-iming politik, dengan mengatakan kepada para separatis Yaman bahwa impian mereka yang telah lama dipegang tentang negara separatis dapat menjadi kenyataan - setelah konflik dengan Houthi diselesaikan.

Paket keuangan keseluruhan Arab Saudi untuk Yaman dan keterbukaan yang telah ditunjukkannya terhadap wilayah separatis belum pernah dilaporkan sebelumnya. Sebagian besar dari tujuh pejabat yang diwawancarai Reuters di kota pelabuhan Mukalla, Yaman, dan di ibu kota Arab Saudi meminta anonimitas untuk membahas kebijakan yang belum diumumkan secara publik.

Kantor media pemerintah Arab Saudi, serta pemerintah Yaman, tidak menanggapi permintaan komentar, termasuk tentang angka keuangan atau pembicaraan tentang jalan menuju negara baru. Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen apa yang dikatakan para pejabat Arab Saudi kepada rekan-rekan mereka di Yaman tentang kebijakan-kebijakan ini.

Menanggapi pertanyaan Reuters yang dikirim ke kantor media pemerintah UEA, seorang pejabat mengatakan UEA telah mendedikasikan "sumber daya yang signifikan" selama lebih dari satu dekade untuk meningkatkan kondisi keamanan dan kemanusiaan di Yaman. "Setelah menarik pasukannya dari Yaman tahun lalu, UEA tidak lagi terlibat dalam masalah Yaman dalam aspek apa pun," kata pejabat itu.

Selain sikap baru di Yaman, Riyadh memainkan peran yang lebih aktif di Suriah pasca-Bashar al-Assad dan di Sudan, arena lain untuk persaingannya dengan UEA, sebuah pergeseran dari tahun-tahun yang didedikasikan untuk Visi 2030 Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk memodernisasi Kerajaan.

Meskipun keuangan Arab Saudi sudah terbebani—dengan harga minyak yang rendah memperlambat proyek-proyek besar—mereka tidak mampu menanggung risiko keamanan di negara tetangga, kata Farea al-Muslimi, peneliti di Program Timur Tengah dan Afrika Utara Chatham House.

Ketidakstabilan di Yaman, yang berbatasan dengan Kerajaan Arab Saudi sepanjang 1.800 km (1.000 mil), dapat menggagalkan rencana mereka untuk menarik pengunjung dan investasi asing di dalam negeri, kata Muslimi. Serangan Houthi terhadap infrastruktur energi Arab Saudi pada tahun 2022 dengan cepat diikuti oleh gencatan senjata.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
9 Fakta Diplomasi Ayat...
9 Fakta Diplomasi Ayat Suci Al-Quran pada Pemakaman Khamenei, Kirim Sinyal Bedakan Siapa Sekutu dan Musuh
Ayat Al-Quran tentang...
Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?
Raja Salman dan Mohammed...
Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Meski Tak Melayat untuk Khamenei
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Arab Saudi Kirim Delegasi...
Arab Saudi Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei, Ini Alasannya!
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Hampir Tembus 3.000 Jiwa, Belasan Ribu Luka-luka
Kapal Tanker Raksasa...
Kapal Tanker Raksasa Diserang di Selat Hormuz, Qatar Panggil Diplomat Iran
Rekomendasi
Mengapa Korupsi Diharamkan...
Mengapa Korupsi Diharamkan dan Termasuk Dosa Besar dalam Islam?
Babak Baru Kasus Dugaan...
Babak Baru Kasus Dugaan Penganiayaan ART oleh Erin Wartia, Herawati Bawa Bukti ke Polisi
Final Piala Dunia 2026...
Final Piala Dunia 2026 Hadirkan Konser Impian: Justin Bieber, BTS, dan Madonna Satu Panggung
Berita Terkini
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved