Pandemi Corona Meluas, PM Jepang: Tolong Jangan Keluar

Jum'at, 17 April 2020 - 20:02 WIB
loading...
Pandemi Corona Meluas,...
Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe. Foto/REUTERS
A A A
TOKYO - Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe memberikan seruan pada seluruh warganya agar tetap di dalam rumah untuk mencegah penyebaran virus corona.

Ini menjdi seruan terkerasnya sejak pandemi itu muncul di Jepang. Kasus baru harian mencapai rekor tertinggi di Tokyo saat Abe menyatakan perpanjangan status darurat.

Muncul kekhawatiran layanan medis tak dapat melayani para pasien corona di wilayah pedesaan yang warganya sebagian besar lanjut usia (lansia).

“Tolong hindari pergi keluar. Semua tergantung pada tindakan setiap individu,” papar Abe yang menambahkan, pengurangan kontak orang ke orang di Tokyo dan Osaka masih harus diterapkan.

Popularitas Abe terus merosot seiring upayanya menangani wabah itu. Dia pun meminta maaf karena terjadi kebingungan terkait rencana distribusi bantuan dana penanganan wabah yang dimulai bulan depan.

Anggaran tambahan telah dirinci untuk memberikan dana 300.000 yen per rumah tangga yang pendapatannya terkena dampak wabah tersebut.

Namun tekanan muncul pada Abe agar pemerintah menambah bantuan dengan memberikan uang 100.000 yen per warga seluruhnya.

Kebijakan itu akan menambah anggaran hingga tiga kali lipat sehingga pemerintah harus membayar 12 triliun yen. Sebelumnya, Menteri Keuangan Taro Asoa menyatakan pemerintah berharap pembayaran dapat mulai dilakukan pada Mei.

Abe menyatakan pembatasan perjalanan akan diterapkan menjelang musim libur Pekan Emas Jepang.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Anggap China Jadi Ancaman,...
Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru
China Blakblakan Targetkan...
China Blakblakan Targetkan Sekutu Utama AS di Asia, Begini Caranya
Sultan Jepang Bangun...
Sultan Jepang Bangun Sirkuit Ala Formula 1 Rp3,2 Triliun Khusus untuk Istri dan Anak
Bagaimana Jepang, Korea...
Bagaimana Jepang, Korea Selatan dan Taiwan Tanggapi Pertemuan Trump-Xi?
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Berita Terkini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved