Polisi Myanmar Tembakkan Peluru Karet untuk Bubarkan Demonstrasi, 1 Kritis
Selasa, 09 Februari 2021 - 17:46 WIB
loading...
A
A
A
"Kami akan terus berjuang," kata aktivis pemuda Maung Saungkha dalam sebuah pernyataan, menyerukan pembebasan tahanan politik dan diakhirinya "kediktatoran".
Aktivis juga mengupayakan penghapusan konstitusi 2008 yang dibuat di bawah pengawasan militer yang memberikan hak veto kepada para jenderal di parlemen dan kendali beberapa kementerian, serta untuk sistem federal di Myanmar yang beraneka ragam etnis.
Baca juga: Para Guru Myanmar Ikut Protes: Kami Tak Ingin Kudeta Militer
Seorang aktivis generasi tua yang menentang militer dalam protes berdarah 1988 menyerukan aksi mogok oleh pegawai pemerintah selama tiga minggu lagi.
Gerakan pembangkangan sipil, yang dipimpin oleh pekerja rumah sakit, telah mengakibatkan penurunan tes virus Corona, angka pengujian resmi menunjukkan.
Myanmar telah menderita salah satu wabah virus Corona terburuk di Asia Tenggara dengan 31.177 kematian dari lebih dari 141.000 kasus.
Baca juga: Protes Kudeta, Para Dokter di 70 Rumah Sakit Myanmar Mogok Kerja
Aktivis juga mengupayakan penghapusan konstitusi 2008 yang dibuat di bawah pengawasan militer yang memberikan hak veto kepada para jenderal di parlemen dan kendali beberapa kementerian, serta untuk sistem federal di Myanmar yang beraneka ragam etnis.
Baca juga: Para Guru Myanmar Ikut Protes: Kami Tak Ingin Kudeta Militer
Seorang aktivis generasi tua yang menentang militer dalam protes berdarah 1988 menyerukan aksi mogok oleh pegawai pemerintah selama tiga minggu lagi.
Gerakan pembangkangan sipil, yang dipimpin oleh pekerja rumah sakit, telah mengakibatkan penurunan tes virus Corona, angka pengujian resmi menunjukkan.
Myanmar telah menderita salah satu wabah virus Corona terburuk di Asia Tenggara dengan 31.177 kematian dari lebih dari 141.000 kasus.
Baca juga: Protes Kudeta, Para Dokter di 70 Rumah Sakit Myanmar Mogok Kerja
(ber)
Lihat Juga :