UE-Rusia Kompak Tolak Sanksi AS Terhadap Kuba

Minggu, 07 Februari 2021 - 12:59 WIB
loading...
UE-Rusia Kompak Tolak...
Lavrov, saat melakukan konferensi pers dengan Borrel, menuturkan bahwa Rusia dan UE memandang sanksi sepihak AS terhadap Kuba tidak sah. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Uni Eropa (UE) dan Rusia kompak menolak sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) terhadap Kuba. Penolakan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dan Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Josep Borrell saat keduanya bertemu di Moskow.

Lavrov, saat melakukan konferensi pers dengan Borrel, menuturkan bahwa Rusia dan UE memandang sanksi sepihak AS t erhadap Kuba tidak sah.Baca juga: Medvedev Nilai Biden Belum Mau Normalisasi Hubungan dengan Rusia

"Contoh Kuba dengan sangat baik menggambarkan bahaya dari sanksi sepihak dan perlunya peninjauan kembali," kata Lavrov dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Minggu (7/2/2021).

"Pendekatan kami sangat mirip dengan UE. Semua masalah dengan mitra internasional mana pun harus diselesaikan hanya melalui dialog, sementara tekanan kuat, ultimatum, sanks dan hukuman bagi semua orang yang ingin mengembangkan hubungan normal dengan pembatasan ekstrateritorial, semua ini adalah alat. dari masa kolonial," sambungnya.

Pada gilirannya, Borrell mengingatkan bahwa UE menyatakan penyesalan dan penolakan atas keputusan mantan Presiden AS, Donald Trump untuk memasukkan Kuba dalam daftar Negara Sponsor Terorisme. Baca juga: UE Mengaku Khawatir dengan Penangkapan Ribuan Demonstran di Rusia

"Kami sangat menyesali keputusan ini dan kami berharap pemerintahan baru (AS) akan memulihkan situasi dengan membatalkan keputusan Trump, yang menyebabkan kesulitan besar bagi rakyat Kuba dan perdagangan UE serta hubungan ekonomi dengan Kuba," ujarnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Duh, AS-Iran Saling...
Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved