Lavrov: Sikap Barat Terhadap Kasus Navalny Telah Berlebihan

loading...
Lavrov: Sikap Barat Terhadap Kasus Navalny Telah Berlebihan
Lavrov menyebut histeria Barat atas situasi dengan tokoh oposisi Rusia, Alexey Navalny telah berlebihan. Foto/REUTERS
MOSKOW - Histeria Barat atas situasi dengan tokoh oposisi Rusia, Alexey Navalny telah berlebihan. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.

"Berkenaan dengan peristiwa yang terjadi di Rusia dan tidak hanya berkaitan dengan Navalny, liputan di Barat adalah selektif dan sepihak," ucap Lavrov.Baca juga: Rusia Dakwa Kritikus Kremlin Alexei Navalny Hukuman Penjara 2 Tahun

"Histeria itu, yang telah kami dengar tentang persidangan dalam kasus Navalny, telah melampaui batas," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Kamis (4/2/2021).

Dia mencatat bahwa di Jerman, Prancis, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya, para demonstran menghadapi denda besar, dan bahkan hukuman penjara yang lama karena berbaris di jalan raya atau mengganggu operasi reguler transportasi umum.

"Ketika datang ke kerumunan orang yang mengambil bagian dalam aksi unjuk rasa ilegal, polisi menangani mereka (pengunjuk rasa) jauh lebih keras daripada penegakan hukum kami," ujarnya.



Menurut Lavrov, untuk mengadakan diskusi dengan mitra Barat berdasarkan fakta, Kementerian Luar Negeri telah membuat video yang menunjukkan bagaimana unjuk rasa ilegal dibubarkan di Barat dan bagaimana polisi Rusia menanggapi kerusuhan domestik.

“Hari ini, saya mengirimkan (video ini) ke Brussel kepada Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri Josep Borrell sehingga sambil mempersiapkan kunjungannya yang akan datang ke Moskow, ia dapat membiasakan diri dengan bagaimana kita melihat gambaran obyektif berdasarkan fakta-fakta tertentu dari kedua belah pihak daripada tuduhan, yang sudah biasa dilakukan oleh rekan-rekan Barat kita," ungkapnya.

Lavrov kemudian mengatakan bahwa dia memahami mereka yang percaya bahwa Rusia bisa menanggapi lebih agresif retorika yang sangat arogan dan tidak pantas yang datang dari Barat.Baca juga: Medvedev Nilai Biden Belum Mau Normalisasi Hubungan dengan Rusia

"Namun, dalam budaya diplomatik dan politik kami, kami tidak terbiasa tunduk pada retorika kasar. Kami adalah orang-orang yang sopan dan kami terbiasa mencapai tujuan kami, dan memastikan keadilan dengan cara yang sopan dan beradab," jelas Lavrov.

"Kami memiliki pepatah bagus yang juga harus diingat: tangan besi dalam sarung tangan beludru. Mereka yang menganggap sopan santun itu sebagai manifestasi kelemahan sangatlah keliru," tukasnya.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top