Kondisi Sehat, Ini Lokasi Aung San Suu Kyi Ditahan Militer Myanmar

Rabu, 03 Februari 2021 - 01:46 WIB
loading...
Kondisi Sehat, Ini Lokasi...
Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi ditangkap militer, Senin (2/1/2021). Pemerintahan Suu Kyi dikudeta militer. Foto/REUTERS
A A A
YANGON - Pemimpin de facto Myanmar , Daw Aung San Suu Kyi , menjalani tahanan rumah di kediaman resminya di Naypyidaw setelah kudeta oleh militer .

Keberadaan Suu Kyi diungkap seorang politisi dari Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD)—partainya Suu Kyi—yang berbicara dalam kondisi anonim pada Selasa.

Baca juga: Suu Kyi Dikudeta dan Ditahan, Pengungsi Muslim Rohingya Bersukacita

“Kami diberitahu untuk tidak khawatir. Namun, kami khawatir. Akan sangat lega jika kami bisa melihat fotonya," katanya kepada kantor berita AFP, yang dilansir Rabu (3/2/2021).

Seorang pejabat senior dari NLD mengatakan dia telah mengetahui bahwa kesehatan Suu Kyi baik dan dia tidak dipindahkan dari lokasi di mana dia ditahan setelah kudeta militer terhadap pemerintahnya.

Baca juga : Gisel Beli Tesla Model X Rp3 Miliar untuk Antar Gempi Sekolah

Meski demikian, militer belum secara resmi mempublikasikan informasi keberadaan pemimpin perempuan itu dan kondisinya sejak dia ditangkap di Ibu Kota Mynamar, Naypyidaw, Senin dini hari.

“Tidak ada rencana untuk memindahkan Daw Aung San Su Kyi dan Dokter Myo Aung. Telah diketahui bahwa mereka dalam keadaan sehat," kata Kyi Toe, anggota komite informasi pusat NLD, dalam sebuah posting Facebook.

Belum jelas bagaimana Kyi Toe memperoleh informasi tersebut.

Dia juga mem-posting bahwa anggota parlemen NLD yang ditangkap selama kudeta diizinkan meninggalkan tempat mereka ditahan.

Baca juga: Asyik Senam, Wanita Ini Tak Sengaja Merekam Kudeta Militer Myanmar

Analis yang berbasis di Yangon, Khin Zaw Win, mengatakan tampaknya Aung San Suu Kyi aman untuk saat ini.

"Semua laporan menunjukkan dia tidak dalam bahaya," katanya.

Herve Lemahieu, analis dari Lowy Institute Australia, mengatakan ada kemungkinan militer telah membuat keputusan strategis untuk menyembunyikannya.

Baca juga : Badai Salju Terjang Pantai Timur Amerika Serikat, Transportasi Lumpuh

"Saya pikir idenya adalah untuk menjauhkannya dari pandangan publik...dia ditahan di Naypyidaw...jauh dari semua pusat populasi utama tempat pengunjuk rasa dapat berunjuk rasa. Saya pikir itu pilihan yang disengaja," kata Lemahieu kepada AFP.

"Merupakan kepentingan militer untuk memastikan Aung San Suu Kyi tetap dalam kesehatan yang baik," ujarnya.

"Pejabat senior menyadari jika dia jatuh sakit atau mati saat ditahan, orang akan mencurigai adanya permainan curang dan itu mungkin akan memicu reaksi yang sangat keras," kata Lemahieu.

Sementara itu, berbagai kelompok aktivis pada hari Selasa mengeluarkan pesan di media sosial yang mendesak pembangkangan sipil.

Pada Selasa malam di seluruh pusat komersial Yangon, penduduk membunyikan klakson mobil dan panci serta wajan yang berdenting sebagai protes atas kudeta militer setelah kampanye media sosial. Beberapa meneriakkan "Hidup Ibu Suu".

Baca juga: Jenderal Min Aung Hlaing: Membantai Rohingya, Mengkudeta Suu Kyi

Salah satu seruan pertama untuk tindakan khusus untuk menentang kudeta datang dari Yangon Youth Network, salah satu kelompok aktivis terbesar di Myanmar.

Dokter-dokter di sebuah rumah sakit di kota Mandalay juga memulai kampanye serupa.

Setiap protes jalanan akan menimbulkan kekhawatiran di negara dengan catatan tindakan keras militer yang suram tersebut.

Protes terjadi ketika Dewan Keamanan PBB dijadwalkan bertemu pada hari Selasa di tengah seruan internasional untuk tanggapan global yang kuat terhadap perebutan kekuasaan terbaru militer, yang hanya berselang 10 tahun sejak akhir dari setengah abad pemerintahan militer.

Amerika Serikat mengancam akan memberlakukan kembali sanksi kepada para jenderal yang merebut kekuasaan.

Kudeta tersebut terjadi setelah kemenangan telak bagi NLD dalam pemilihan umum pada 8 November. Kemenangan itu tidak diakui militer dengan menuduh ada kecurangan besar.

Tentara menyerahkan kekuasaan kepada komandannya, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, dan memberlakukan keadaan darurat selama setahun, menghancurkan harapan bahwa negara itu berada di jalan menuju demokrasi yang stabil.

Komite eksekutif NLD menuntut pembebasan semua tahanan secepat mungkin.

Dalam sebuah posting di halaman Facebook pejabat senior NLD, May Win Myint, mengatakan komite eksekutif NLD juga menyerukan kepada militer untuk mengakui hasil pemilihan umum dan mengizinkan parlemen baru untuk duduk. Parlemen baru sedianya berkumpul untuk pertama kalinya pada Senin lalu sejak pemilu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Intel Rusia Tuduh Prancis...
Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Otto Media Grup dan...
Otto Media Grup dan SOMETHINC Dorong Kolaborasi Bisnis Kreator
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan...
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan Jemaah Umrah di Bandara Soekarno-Hatta Terpusat di Terminal 2F: Cek Tahapannya!
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Berita Terkini
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Infografis
Perang Pecah, Ini Perbandingan...
Perang Pecah, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Thailand vs Kamboja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved