Terungkap, Polisi China Lakukan Pemantauan Ekstensif Aktivitas Muslim Uighur
Minggu, 31 Januari 2021 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga : Pemimpin Sayap Kanan Prancis Usulkan Pelarangan Jilbab
"Perintah itu memerintahkan agar petugas menyelidiki segera. Mencari tahu latar belakang orang-orang yang mengatur perjalanan gratis, motivasi mereka, dan detail batin dari kegiatan mereka," sambung laporan tersebut.
"Akibatnya, seorang pria Uighur yang tidak ada hubungannya dengan kelompok itu ditangkap dan diawasi meskipun polisi mencatat bahwa dia berperilaku baik dan kami tidak curiga," demikian laporan itu seperti dikutip dari Al Araby, Minggu (31/1/2021).
Baca juga: Biden Tinjau Ulang Tudingan China Lakukan Genosida
Menurut catatan yang dilihat oleh The Intercept, polisi memutuskan untuk mengontrol dan memantau pria tersebut berdasarkan aktivitas religius kakak perempuan tertuanya beberapa bulan sebelumnya.
Catatan polisi mencatat bahwa saudara perempuan pria itu telah mengundang pasangan Uighur lainnya untuk bergabung dengan grup diskusi agama di aplikasi perpesanan Tencent QQ.
"Catatan polisi mencatat bahwa pasangan lain masuk ke grup setiap hari dari jam 7 pagi hingga 11:30 malam, dan bahwa suaminya telah berhenti merokok dan minum, dan istrinya mulai mengenakan pakaian sederhana," bunyi catatan itu.
Pasangan itu kemudian dikirim ke kamp pendidikan ulang, sementara nasib kakak perempuan dan suaminya tetap tidak diketahui.
"Perintah itu memerintahkan agar petugas menyelidiki segera. Mencari tahu latar belakang orang-orang yang mengatur perjalanan gratis, motivasi mereka, dan detail batin dari kegiatan mereka," sambung laporan tersebut.
"Akibatnya, seorang pria Uighur yang tidak ada hubungannya dengan kelompok itu ditangkap dan diawasi meskipun polisi mencatat bahwa dia berperilaku baik dan kami tidak curiga," demikian laporan itu seperti dikutip dari Al Araby, Minggu (31/1/2021).
Baca juga: Biden Tinjau Ulang Tudingan China Lakukan Genosida
Menurut catatan yang dilihat oleh The Intercept, polisi memutuskan untuk mengontrol dan memantau pria tersebut berdasarkan aktivitas religius kakak perempuan tertuanya beberapa bulan sebelumnya.
Catatan polisi mencatat bahwa saudara perempuan pria itu telah mengundang pasangan Uighur lainnya untuk bergabung dengan grup diskusi agama di aplikasi perpesanan Tencent QQ.
"Catatan polisi mencatat bahwa pasangan lain masuk ke grup setiap hari dari jam 7 pagi hingga 11:30 malam, dan bahwa suaminya telah berhenti merokok dan minum, dan istrinya mulai mengenakan pakaian sederhana," bunyi catatan itu.
Pasangan itu kemudian dikirim ke kamp pendidikan ulang, sementara nasib kakak perempuan dan suaminya tetap tidak diketahui.
Lihat Juga :