Terungkap, Polisi China Lakukan Pemantauan Ekstensif Aktivitas Muslim Uighur
Minggu, 31 Januari 2021 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Dehumanisasi Wanita Uighur, Twitter Gembok Akun Kedubes China
Laporan semacam itu menambah bukti penindasan sehari-hari yang dihadapi oleh minoritas Muslim di Xinjiang, serta bagaimana aktivitas keagamaan Muslim sehari-hari dipandang oleh otoritas China sebagai penanda ekstremisme.
Basis data itu juga berisi bukti yang menunjukkan bahwa program kesehatan "Fisik untuk Semua" China dimasukkan ke dalam pengawasan negara terhadap kelompok Muslim.
Di bagian lain, terungkap penggunaan alat yang ekstensif oleh polisi untuk mengunduh data dari ponsel, yang dikenal sebagai "pedang anti-terorisme", serta pemantauan aplikasi perpesanan seluler WeChat.
Kelompok hak asasi manusia mengatakan setidaknya satu juta warga Uighur dan Muslim berbahasa Turki lainnya telah ditahan di kamp-kamp di Xinjiang.
Baca juga: Dituding Lakukan Genosida Terhadap Uighur, China Sebut Pompeo Keterlaluan
Mereka menjadi sasaran penyiksaan, sterilisasi dan indoktrinasi politik selain kerja paksa sebagai bagian dari kampanye asimilasi di wilayah yang penduduknya secara etnis dan budaya berbeda dari mayoritas China Han.
China menyangkal melakukan kesalahan dan berpendapat bahwa kamp-kampnya adalah pusat pelatihan kejuruan yang dimaksudkan untuk mengurangi daya pikat ekstremisme Islam.
Laporan semacam itu menambah bukti penindasan sehari-hari yang dihadapi oleh minoritas Muslim di Xinjiang, serta bagaimana aktivitas keagamaan Muslim sehari-hari dipandang oleh otoritas China sebagai penanda ekstremisme.
Basis data itu juga berisi bukti yang menunjukkan bahwa program kesehatan "Fisik untuk Semua" China dimasukkan ke dalam pengawasan negara terhadap kelompok Muslim.
Di bagian lain, terungkap penggunaan alat yang ekstensif oleh polisi untuk mengunduh data dari ponsel, yang dikenal sebagai "pedang anti-terorisme", serta pemantauan aplikasi perpesanan seluler WeChat.
Kelompok hak asasi manusia mengatakan setidaknya satu juta warga Uighur dan Muslim berbahasa Turki lainnya telah ditahan di kamp-kamp di Xinjiang.
Baca juga: Dituding Lakukan Genosida Terhadap Uighur, China Sebut Pompeo Keterlaluan
Mereka menjadi sasaran penyiksaan, sterilisasi dan indoktrinasi politik selain kerja paksa sebagai bagian dari kampanye asimilasi di wilayah yang penduduknya secara etnis dan budaya berbeda dari mayoritas China Han.
China menyangkal melakukan kesalahan dan berpendapat bahwa kamp-kampnya adalah pusat pelatihan kejuruan yang dimaksudkan untuk mengurangi daya pikat ekstremisme Islam.
(ber)
Lihat Juga :