Dehumanisasi Wanita Uighur, Twitter Gembok Akun Kedubes China

loading...
Dehumanisasi Wanita Uighur, Twitter Gembok Akun Kedubes China
Twiiter mengunci akun Kedubes China untuk AS karena dianggap melakukan dehumanisasi wanita Uighur. Foto/Ilustrasi/Sindonews
WASHINGTON - Raksasa media sosial, Twitter , mengunci akun milik Kedutaan Besar (Kedubes) China di Washington. Itu dilakukan setelah misi diplomatik China untuk Amerika Serikat (AS) tersebut membuat tweet yang menyatakan bahwa wanita Uighur di Xinjiang telah dibebaskan dan tidak lagi menjadi "mesin pembuat bayi".

Twitter mengatakan tweet pada 7 Januari itu melanggar kebijakannya tentang dehumanisasi.

Baca juga: China: Ekstremisme Membuat Wanita Uighur Jadi 'Mesin Pembuat Bayi'

“Dehumanisasi sekelompok orang berdasarkan agama, kasta, usia, kecacatan, penyakit serius, asal kebangsaan, ras, atau etnis dilarang," menurut kebijakan itu seperti dikutip dari AP, Jumat (22/1/2021).





Sejak saat itu, tidak ada tweet dari akun Kedutaan Besar China sejak 8 Januari. Untuk membuka akun, pihak Kedutaan Besar China harus menghapus tweet tersebut.

Kedutaan Besar China di AS tidak menanggapi permintaan komentar.



Sebelumnya lengser, salah satu tindakan terakhir pemerintahan Trump minggu ini adalah menyatakan bahwa kebijakan dan tindakan China terkait Muslim dan etnis minoritas di wilayah Xinjiang barat merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top