Garda Revolusi Iran: Kami Mampu Tenggelamkan Kapal Perang AS

Rabu, 27 Januari 2021 - 10:57 WIB
loading...
Garda Revolusi Iran:...
Kapal perang Iran. Foto/wikipedia
A A A
TEHERAN - Perwira senior di Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bahwa mereka memiliki kemampuan menenggelamkan kapal perang Amerika Serikat (AS) yang terlalu dekat dengan garis pantainya.

Komentar sang jenderal memicu nada permusuhan di awal pemerintahan Presiden AS Joe Biden.

Baca juga : Rusia dan Iran Tegaskan Pentingnya Pulihkan Kesepakatan Nuklir

"Jika kehadiran AS di perairan internasional dekat Iran dianggap sebagai ancaman bagi negara, berkat kekuatan penangkal kami dan rudal permukaan-ke-permukaan, permukaan-ke-udara, permukaan-ke-pantai, pantai-ke-pantai, rudal pantai-ke-laut dan laut-ke-laut, kami memiliki kemampuan menghancurkan kapal-kapal Amerika," tegas Jenderal Rahim Noei-Aghdam kepada Kantor Berita Mehr yang didukung pemerintah Iran.

Lihat infografis: Iran Minta Penjelasan Indonesia Soal Penyitaan Kapal Tanker

“Berbeda dengan pasukan Amerika di Asia Barat, yang tidak mampu bertindak; intelijen, mobilitas, pertempuran, kekuasaan, kekuatan, kohesi, persatuan dan moral pasukan Front Perlawanan, terutama angkatan bersenjata Republik Islam Iran, sangat terkenal," papar dia.

Baca juga: Turki Kecam Serangan Rudal di Riyadh, Houthi Masih Bungkam

Meskipun ancaman dan retorika seperti itu secara teratur disuarakan para pemimpin politik dan militer Iran, peringatan yang diberikan Noei-Aghdam datang kurang dari sepekan setelah pelantikan Biden.

Baca juga: Ledakan Keras Terjadi di Riyadh, Penyebab Belum Diketahui

Saat ini masih ada berbagai spekulasi tentang apa kebijakan pemerintahan Biden terhadap Iran.

Sepanjang kampanye pemilu, Biden menyatakan rencananya kembali ke Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang ditandatangani pada 2015 oleh Iran dan AS, Inggris, Prancis, Jerman, China, dan Rusia.

Dalam kesepakatan itu, Iran setuju membatasi kemampuan nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.

Baca juga : Luar Biasa, IMF Proyeksikan Ekonomi China Tumbuh 8,1% di 2021

Namun AS mundur secara sepihak dari kesepakatan itu pada 2018 saat pemerintahan mantan Presiden Donald Trump.

Menurut laporan terbatu, Biden akan bertemu kepala badan intelijen Israel, Mossad, bulan depan untuk menyusun syarat bagi kembalinya Amerika ke JCPOA.

Iran sendiri telah menyatakan kesediaannya menghidupkan kembali perjanjian tersebut, meskipun terus meningkatkan kemampuan nuklirnya.

Baca juga : Soal Adu Fisik Lukaku vs Ibrahimovic, Conte: Ini Derby, Bukan Jalan-jalan di Taman

Teheran menyatakan tidak akan ada perubahan pada ketentuan sebelumnya, dan AS tidak memiliki waktu yang tidak terbatas untuk memutuskan apa yang akan dilakukannya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved