Arab Saudi Harapkan Hubungan Sangat Baik dengan Pemerintahan Biden

Minggu, 24 Januari 2021 - 04:04 WIB
loading...
Arab Saudi Harapkan...
Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud. Foto/REUTERS
A A A
RIYADH - Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud optimistis kerajaan akan memiliki hubungan yang sangat baik dengan pemerintahan baru Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden .

Saudi juga akan terus berbicara dengan Washington mengenai kesepakatan nuklir Iran.

“Saya optimistis. Arab Saudi telah membangun hubungan historis yang kokoh di mana Saudi bekerja dengan berbagai pemerintahan. Kami akan terus melakukannya juga dengan Presiden Biden,” ungkap Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud dalam wawancara dengan Arabiya TV.

Baca juga: Intelijen AS: Korut Anggap Perundingan Cara Memajukan Program Nuklir

Biden berjanji saat kampanye pemilu untuk meninjau kembali hubungan dengan Arab Saudi, negara yang dia gambarkan sebagai "paria" pada 2019.

Lihat infografis: Fasilitas Pembuat Vaksin Terbesar di Dunia Kebakaran

Biden mengatakan dia akan mengambil sikap yang lebih tegas pada catatan hak asasi manusia (HAM) Saudi dan perang Yaman yang menghancurkan.

Lihat video: Pedagang Mengeluh Harga Cabai Rawit Meroket

Pangeran Faisal mengatakan Riyadh akan terus berkonsultasi dengan Washington sehubungan dengan kesepakatan nuklir Iran.

Amerika Serikat mundur pada 2018 dari kesepakatan nuklir 2015 antara negara-negara besar dan Iran. Sesuai kesepakatan itu, Iran mengendalikan program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi ekonomi.

“Saya yakin pada dasarnya konsultasi akan mencapai kesepakatan yang solid dan kuat yang memperhitungkan kegagalan Iran untuk mematuhinya dengan faktor pemantauan yang kuat untuk memastikan implementasi perjanjian,” papar Pangeran Faisal.

Biden mengatakan, jika Teheran melanjutkan kepatuhan ketat dengan perjanjian, Washington juga akan melakukannya.

Arab Saudi dan sekutunya di Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, khawatir tentang rudal balistik Iran dan jaringan proksi regional.

Mereka mendukung kampanye tekanan maksimum Donald Trump pada Iran. Mereka juga menyambut baik keputusan Trump keluar dari kesepakatan nuklir dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran.

Mereka mengatakan kali ini mereka harus diikutsertakan dalam setiap negosiasi potensial antara pemerintahan Biden dan Iran mengenai kesepakatan nuklir baru, untuk memastikan hal itu membahas kemampuan rudal dan "aktivitas jahat" Iran.

Menlu Saudi menegaskan kembali sikap kerajaan bahwa memiliki perjanjian damai dengan Israel merupakan syarat penerapan Inisiatif Perdamaian Arab.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved