Sistem Autothrottle Ngadat Diduga Penyebab Tragedi Sriwijaya Air SJ182

loading...
Sistem Autothrottle Ngadat Diduga Penyebab Tragedi Sriwijaya Air SJ182
Prajurit TNI dan Polri bersama anggota Basarnas menurunkan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Foto/SINDOnews.com
JAKARTA - Sistem autothrottle, yang mengontrol tenaga mesin secara otomatis, diduga berkontribusi pada tragedi jatuhnya penerbangan Sriwijaya Air SJ182 pada 9 Januari yang menewaskan 62 orang di dalamnya. Pesawat itu jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Sumber yang dekat dengan penyelidikan kecelakaan pesawat tersebut mengatakan kepada Wall Street Journal (WSJ) bahwa data FDR (flight data recorder) menunjukkan sistem autothrottle tidak beroperasi dengan baik di salah satu mesin pesawat saat naik ketika berangkat dari Jakarta.

Baca juga: AS Baru Mendakwa Hambali Cs setelah Dipenjara Hampir 18 Tahun

Menurut WSJ, alih-alih mematikan sistem, FDR mengindikasikan pilot mencoba untuk membuat throttle yang macet berfungsi. Itu bisa menciptakan perbedaan tenaga yang signifikan antarmesin, membuat jet lebih sulit dikendalikan.



Meski demikian, penyelidik Indonesia sedang menyelidiki apakah masalah dengan sistem autothrottle benar-benar berkontribusi pada kecelakaan Sriwijaya Air.

Penyelidik dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Nurcayho Utomo, mengatakan masalah dengan sistem autothrottle Boeing 737-500 dilaporkan setelah penerbangan beberapa hari sebelumnya.

"Ada laporan kerusakan pada autothrottle beberapa hari sebelumnya kepada teknisi di log perawatan, tapi kami tidak tahu apa masalahnya," katanya kepada Reuters yang dilansir Jumat (22/1/2021).



"Jika kami menemukan CVR (cockpit voice recorder), kami dapat mendengar diskusi antarpilot, apa yang mereka bicarakan dan kami akan tahu apa masalahnya," ujarnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top