Wabah COVID-19 Berlanjut, China Bangun Kamp Karantina 'Raksasa'

Rabu, 20 Januari 2021 - 14:43 WIB
loading...
Wabah COVID-19 Berlanjut,...
China bangun kamp karantina raksasa saat wabah COVID-19 berlanjut di negara itu. Foto/nz.news.yahoo.com
A A A
BEIJING - China bergerak cepat dengan membangun kamp karantina "raksasa" yang mampu menampung lebih dari 4.000 orang. Itu dilakukan setelah wabah COVID-19 di negara itu pada bulan ini telah menyebabkan puluhan juta orang diisolasi secara ketat.

Kamp karantina raksasa itu terletak di pinggiran Shijiazhuang, Ibu Kota provinsi Hebei, yang mengelilingi ibu kota negara, Beijing.

China sebagian besar telah menahan penyebaran virus, dengan sebagian besar negara kembali normal. Namun, peningkatan kasus yang tiba-tiba telah membuat khawatir para pejabat dan menimbulkan kekhawatiran menjelang Tahun Baru Imlek, festival tahunan terpenting di kabupaten itu, di mana ratusan juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan untuk mengunjungi anggota keluarga.



Pejabat di Shijiazhuang, tempat wabah berpusat, telah memulai pengujian massal dan penguncian yang ketat, memindahkan seluruh desa ke fasilitas karantina terpusat dalam upaya untuk mengekang penyebaran virus.

Kamp karantina baru akan menampung kontak dekat pasien COVID-19 yang dikonfirmasi, karena pihak berwenang melanjutkan program pelacakan dan pengujian kontak yang ekstensif.

Kamp karatina raksasa itu awalnya direncanakan untuk menampung 3.000 orang, tetapi sejak itu telah diperluas hingga kapasitas menjadi 4.160.

"Lebih dari 4.000 pekerja konstruksi melakukan pekerjaan enam hari dan malam untuk menyelesaikan tahap pertama," kata Wakil Wali kota Shijiazhuang, Meng Xianghong, seperti dikutip dari CNN, Rabu (20/1/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Iran Klaim 70% Serangannya...
Iran Klaim 70% Serangannya Hantam Target Pangkalan AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Kapolri Diminta Segera...
Kapolri Diminta Segera Lantik Kapolda Jabar, Kalbar, dan Sumbar
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Berita Terkini
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Infografis
Gandeng Huawei dan Xiaomi,...
Gandeng Huawei dan Xiaomi, Toyota Menyerah pada Raksasa Teknologi China?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved