Taliban Minta Biden Hormati Kesepakatan Trump Tarik Pasukan AS

Selasa, 19 Januari 2021 - 14:33 WIB
loading...
A A A
Pemerintah Afghanistan dan Taliban terus melanjutkan negosiasi pada awal Januari di bawah bayang-bayang serangkaian pembunuhan yang ditargetkan terhadap jurnalis, pegawai pemerintah, dan pembela hak asasi manusia independen. Dalam serangan senjata terbaru di Ibu Kota Kabul, dua hakim perempuan Mahkamah Agung tewas pada hari Minggu dalam perjalanan ke tempat kerja, menurut pernyataan dari Istana Kepresidenan Afghanistan.

Gelombang kekerasan baru telah menciptakan tingkat ketakutan dan kecemasan yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara warga Afghanistan dan memaksa beberapa jurnalis lokal terkemuka untuk meninggalkan negara itu. Sejak November, lima jurnalis tewas dalam serangan yang ditargetkan dan dua lainnya tewas di Kabul karena penyebab yang tidak diketahui. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan AS menyalahkan Taliban atas pembunuhan itu, yang dibantah oleh kelompok itu.

Berusaha untuk mengakhiri pertumpahan darah, tim negosiasi Ghani mendorong lebih keras perjanjian gencatan senjata terlebih dahulu sebelum menegosiasikan item agenda utama lainnya - termasuk kesepakatan pembagian kekuasaan - dengan Taliban. Namun kelompok itu ingin gencatan senjata diumumkan pada tahap akhir perundingan.

"Taliban harus memahami bahwa tindakan yang memikul tanggung jawab tersebut membuat marah dunia dan harus dihentikan jika perdamaian ingin datang ke Afghanistan," kata Duta Besar AS di Kabul, Ross Wilson, di Twitter hari Minggu, mengutuk serangan terhadap hakim wanita.

Baca juga: Pasukan Afghanistan Gagalkan Rencana ISIS Habisi Kuasa Usaha AS
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
AS Ancam Serang Infrastruktur...
AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!
Rekomendasi
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved