Sejarah Pelantikan Presiden AS: Drama Tinggi dan Para Pecundang

Selasa, 19 Januari 2021 - 13:55 WIB
loading...
A A A
Pidato Presiden William H. Harrison yang fatal pada tahun 1841 bukanlah satu-satunya saat cuaca musim dingin mengacaukan pelantikan.

Pelantikan Presiden Ronald Reagan untuk periode kedua pada tahun 1985 harus diadakan di dalam ruangan di Gedung Putih dengan suhu turun hingga minus 14 derajat Celcius (7 derajat Fahrenheit).

Tapi itu positif seperti musim semi pada tahun 1953 ketika Presiden Dwight Eisenhower diikat oleh koboi Hollywood Montie Montana selama parade ringannya.

Sumpah Dua Kali untuk Obama

Barack Obama, presiden kulit hitam pertama, harus mengucapkan sumpahnya dua kali setelah kesalahan pada upacara 2009-nya.

Ketua Mahkamah Agung John Roberts mengacaukan kalimat itu sehingga dia harus dilantik lagi keesokan harinya di Gedung Putih.

Presiden Herbert Hoover mengalami masalah yang sama pada tahun 1929.

Kutipan yang Tak Terlupakan

Pidato pelantikan berisi beberapa baris paling terkenal dalam sejarah Amerika.

“Satu-satunya hal yang harus kita takuti adalah ketakutan itu sendiri,” kata Franklin D. Roosevelt dalam pidato pelantikannya sebagai presiden pada 4 Maret 1933 saat AS terperosok dalam depresi.

“Jangan tanya apa yang negara Anda dapat lakukan untuk Anda—tanyakan apa yang dapat Anda lakukan untuk negara Anda,” kata John F. Kennedy, presiden termuda yang pernah terpilih dalam sejarah AS.

"Pembantaian Amerika berhenti di sini," janji Donald Trump pada pelantikannya sebagai presiden pada tahun 2017. Namun, ucapan itu justru memicu penyerbuan Gedung Capitol AS oleh massa pendukungnya di hari-hari terakhir masa jabatannya.

Setelah pidato Trump yang kelam dan memecah belah, mantan presiden George W. Bush menoleh ke kandidat Demokrat yang kalah Hillary Clinton dan berkata; "Itu adalah omong kosong yang aneh."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Koalisi Militer Islam...
Koalisi Militer Islam Gandeng PBB Latih Palestina dan Chad Perangi Pendanaan Terorisme
Walkot New York Mamdani...
Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap
Rekomendasi
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Berita Terkini
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved