Pakar: Vaksinasi Tidak Serta Merta Buat Kehidupan Kembali Normal

Selasa, 19 Januari 2021 - 05:30 WIB
loading...
Pakar: Vaksinasi Tidak...
Ilustrasi
A A A
SINGAPURA - Alex Cook, seorang pakar dari National University of Singapore (NUS) menuturkan, mereka yang "beruntung" menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksinasi mungkin berharap untuk segera kembali ke cara hidup normal. Tapi, menurutnya mungkin masih butuh waktu berbulan-bulan bagi kehidupan untuk kembali normal.

Cook menuturkan, dibutuhkan waktu untuk bisa menciptakan kekebalan kawanan, sebagai dampak dari vaksin. Dia menyebut, jika belum banyak orang yang melakukan vaksinasi, maka ancaman penularan Covid-19 masih sangat tinggi, karena belum banyak yang memiliki perlindungan.

Baca: Jangan Keliru Pahami Vaksinasi COVID-19, Simak Penjelasan Lengkap Epidemiolog

"Pada tahap awal, mereka yang divaksinasi akan dilindungi dan mereka yang belum melakukan vaksinasi belum mendapatkan perlindungan sama sekali," ucap Cook, seperti dilansir Channel News Asia.

"Nanti, setelah cukup banyak orang yang divaksinasi, maka mereka yang divaksinasi memiliki perlindungan langsung dan mereka yang belum divaksinasi akan mendapatkan perlindungan tidak langsung, karena mereka akan dilindungi oleh orang lain dalam populasi yang telah divaksinasi," sambungnya.

Tetapi, jelasnya, ini semua tergantung pada keefektifan vaksin. Misalnya, situasi yang digariskan mengasumsikan bahwa vaksin melindungi dari infeksi, dan bukan hanya penyakit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Meski Fokus Perang Iran,...
Meski Fokus Perang Iran, AS Tak Akan Berpaling dari Asia Pasifik
Menhan AS Tegaskan Tak...
Menhan AS Tegaskan Tak akan Lagi Subsidi Negara-negara Kaya
Awas! Hantavirus Sudah...
Awas! Hantavirus Sudah Sampai di Singapura, 2 Warga Diisolasi
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Menlu Iran kepada AS:...
Menlu Iran kepada AS: Pergi dari Wilayah Kami jika Anda Ingin Selamat!
Rekomendasi
DUNLOP Hadirkan SmartCare...
DUNLOP Hadirkan SmartCare Warranty, Solusi Tenang Pengguna Ban BLUE RESPONSE TG
Apa yang Terjadi Sehari...
Apa yang Terjadi Sehari Sebelum Kick-Off Piala Dunia 2026?
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Infografis
Tanda Sakit Kepala Tidak...
Tanda Sakit Kepala Tidak Normal, Waspada Jika Disertai Demam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved