Putra Sulung Sultan Oman Ditetapkan sebagai Putra Mahkota
Rabu, 13 Januari 2021 - 05:05 WIB
loading...
Putra Mahkota Oman Dhi Yazan bin Haitham. Foto/the national
A
A
A
MUSKAT - Sultan Oman Haitham akan digantikan oleh putra sulungnya Dhi Yazan, menurut Undang-undang Dasar (UUD) baru yang diterbitkan pada Selasa (12/1).
UUD itu menciptakan posisi baru putra mahkota dan menetapkan suksesi dari penguasa Oman ke putra tertua.
Sultan Haitham bin Tariq al-Said telah mengumumkan rencana perubahan UUD pada Senin, setahun setelah kematian pendahulunya, Sultan Qaboos. Undang-undang Dasar baru diterbitkan pada Selasa (12/1) di surat kabar resmi.
Sultan Qaboos tidak memiliki anak dan tidak menunjuk penggantinya secara terbuka selama 49 tahun pemerintahannya. (Baca Juga: Iran Gelar Latihan Rudal di Teluk Oman, Pamer Kemampuan Manuver)
Langkah Haitham menunjuk putra mahkota dapat memperkuat prediksi politik Oman, setelah tahun-tahun terakhir pemerintahan Sultan Qaboos ketika kerahasiaan tentang suksesi menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas. (Lihat Infografis: Saingi Jet Siluman F-22 AS, China Modifikasi Mesin J-20)
Qaboos, yang mengambil alih kekuasaan dengan menggulingkan ayahnya, menunjuk sepupunya Haitham sebagai penerus pilihannya dalam amplop tertutup yang dibuka setelah kematiannya jika keluarga kerajaan tidak setuju pada garis suksesi. Keluarga mengikuti pilihannya. (Lihat Video: Total Ada Empat Korban Teridentifikasi, Berikut Namanya)
UUD itu menciptakan posisi baru putra mahkota dan menetapkan suksesi dari penguasa Oman ke putra tertua.
Sultan Haitham bin Tariq al-Said telah mengumumkan rencana perubahan UUD pada Senin, setahun setelah kematian pendahulunya, Sultan Qaboos. Undang-undang Dasar baru diterbitkan pada Selasa (12/1) di surat kabar resmi.
Sultan Qaboos tidak memiliki anak dan tidak menunjuk penggantinya secara terbuka selama 49 tahun pemerintahannya. (Baca Juga: Iran Gelar Latihan Rudal di Teluk Oman, Pamer Kemampuan Manuver)
Langkah Haitham menunjuk putra mahkota dapat memperkuat prediksi politik Oman, setelah tahun-tahun terakhir pemerintahan Sultan Qaboos ketika kerahasiaan tentang suksesi menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas. (Lihat Infografis: Saingi Jet Siluman F-22 AS, China Modifikasi Mesin J-20)
Qaboos, yang mengambil alih kekuasaan dengan menggulingkan ayahnya, menunjuk sepupunya Haitham sebagai penerus pilihannya dalam amplop tertutup yang dibuka setelah kematiannya jika keluarga kerajaan tidak setuju pada garis suksesi. Keluarga mengikuti pilihannya. (Lihat Video: Total Ada Empat Korban Teridentifikasi, Berikut Namanya)
Lihat Juga :