DPR AS Bersiap Lakukan Voting untuk Memakzulkan Trump

Selasa, 12 Januari 2021 - 16:55 WIB
loading...
A A A
Partai Republik mendesak Partai Demokrat untuk tidak melakukan pemakzulan, dengan alasan langkah seperti itu akan memecah belah. Sebaliknya, Pemimpin Minoritas DPR Kevin McCarthy, dalam sebuah surat kepada koleganya di Partai Republik, mencantumkan empat kemungkinan tanggapan terhadap serangan 6 Januari itu. Menurut surat itu, McCarthy, mengutip feed back dari anggotanya, melayangkan kemungkinan resolusi kecaman di bawah aturan DPR, serta komisi bipartisan untuk menyelidiki kerusuhan. Dia tidak merinci siapa yang akan dikecam.

McCarthy juga mengusulkan merombak Electoral Count Act of 1887, yang memandu proses sertifikasi pemilu, serta undang-undang untuk meningkatkan kepercayaan pemilih dalam undang-undang di masa mendatang. Apa hubungan dua masalah terakhir ini dengan serangan terhadap gedung Capitol, selain kebohongan yang berasal dari anggota parlemen Partai Republik selama proses sertifikasi dan yang berkaitan dengan penipuan pemilu yang tidak ada secara luas, tidak jelas.

Berbicara dalam panggilan telepon dengan Partai Republik di DPR pada Senin kemarin, McCarthy menunjukkan kepada rekan-rekannya bahwa Trump menanggung sebagian kesalahan atas kerusuhan itu, dan bahwa Trump mengakui kepada McCarthy bahwa dia bertanggung jawab atas kerusuhan itu, menurut seseorang yang akrab dengan pembicaraan tersebut.

Namun, McCarthy mengatakan dia menentang pemakzulan, alih-alih mengusulkan alternatif yang diusulkannya dan menyarankan harus ada komisi bipartisan untuk mendapatkan semua fakta terlebih dahulu, menurut sumber dalam panggilan itu.(Baca juga: Bolton Sebut Trump Harus Diselidiki Karena Lakukan Hasutan untuk Berbuat Kerusuhan )

Tapi Ketua DPR AS Nancy Pelosi, dalam panggilan telepon dengan Partai Demokrat DPR hari Senin, menyebut gagasan mengecam Trump sebagai "turun tahta" dan menjelaskan bahwa itu bukan pilihan yang mau dia pertimbangkan, menurut seseorang yang mengetahui hal tersebut.

Pelosi mengatakan kepada DPR Demokrat pada Minggu malam bahwa DPR akan memberikan suara pada pemakzulan minggu ini kecuali Pence bergerak untuk meminta Amandemen ke-25 dengan mayoritas Kabinet untuk menyingkirkan Trump dari kekuasaan.

Namun langkah Partai Demokrat menuju pemakzulan akan menimbulkan komplikasi bagi pemerintahan Biden yang akan datang. Pasalnya, persidangan Senat akan menghambat hari-hari pembukaan kepresiden Joe Biden. Sementara beberapa politisi Partai Demokrat menyarankan untuk menunggu mengirim resolusi pemakzulan ke Senat sampai setelah 100 hari pertama Biden menjabat, Hoyer dan politisi Partai Demokrat lainnya mengatakan bahwa mereka ingin segera melakukannya.

Karena Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mengatakan dia tidak akan mengembalikan Senat dari masa reses sebelum 19 Januari, itu akan mendorong persidangan ke awal pemerintahan Biden.(Baca juga: Mayoritas Rakyat AS Ingin Trump Segera Dipecat setelah Rusuh US Capitol )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Putin: Ukraina Minta...
Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan
Rekomendasi
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved