Saham Twitter Turun 7% setelah Suspend Akun Presiden Trump
Selasa, 12 Januari 2021 - 03:03 WIB
loading...
A
A
A
"Ini tidak hanya mengkonfirmasi kekuatan platform ini, tetapi juga menunjukkan kelemahan yang mendalam dalam cara masyarakat kita diatur di ruang digital," ungkap dia.
Twitter, Facebook, dan Google menghadapi lonjakan biaya memoderasi konten di platform mereka dalam beberapa tahun terakhir, sejauh ini diimbangi dengan kenaikan pendapatan yang mereka peroleh dari iklan dan layanan lainnya.
Presiden AS terpilih Joe Biden telah dikutip mengkritik "arogansi yang luar biasa" dari para pemimpin dan analis sektor media sosial.
Para pakar memperkirakan lebih banyak langkah hukum untuk melawan kekuatan Facebook dan lainnya selama empat tahun ke depan.
“Penambahan moderasi mungkin diterima, tetapi itu tidak murah dan dapat menguntungkan Facebook, yang sudah mempekerjakan pasukan moderasi (sekitar enam kali) lebih besar dari tenaga kerja Twitter,” ungkap analis Bernstein dalam catatan.
Twitter, Facebook, dan Google menghadapi lonjakan biaya memoderasi konten di platform mereka dalam beberapa tahun terakhir, sejauh ini diimbangi dengan kenaikan pendapatan yang mereka peroleh dari iklan dan layanan lainnya.
Presiden AS terpilih Joe Biden telah dikutip mengkritik "arogansi yang luar biasa" dari para pemimpin dan analis sektor media sosial.
Para pakar memperkirakan lebih banyak langkah hukum untuk melawan kekuatan Facebook dan lainnya selama empat tahun ke depan.
“Penambahan moderasi mungkin diterima, tetapi itu tidak murah dan dapat menguntungkan Facebook, yang sudah mempekerjakan pasukan moderasi (sekitar enam kali) lebih besar dari tenaga kerja Twitter,” ungkap analis Bernstein dalam catatan.
(sya)
Lihat Juga :