PM Pakistan Tuding Pemimpin India Dukung ISIS

Senin, 11 Januari 2021 - 18:12 WIB
loading...
PM Pakistan Tuding Pemimpin...
Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan menuduh India mendukung kelompok teror ISIS, untuk memicu sektarianisme di negara itu. Foto/REUTERS
A A A
ISLAMABAD - Perdana Menteri Pakistan , Imran Khan menuduh India mendukung kelompok teror ISIS. Khan mengatakan, ini dilakukan untuk memicu sektarianisme di negara itu.

Merujuk pada pembunuhan 11 penambang Syiah yang diklaim dilakukan ISIS di barat daya Balochistan pekan lalu, Khan mengatakan, aksi ini adalah pendapat bulat dari Islamabad dan badan keamanan Pakistan bahwa India mendukung ISIS.

Dia lalu menuduh New Delhi telah mengobarkan perpecahan Syiah-Sunni di Pakistan. ( Baca juga: Pakistan Hukum Mati 3 Orang atas Tuduhan Menghina Nabi Muhammad )

"Tujuan pemerintah Narendra Modi adalah untuk mengobarkan sektarianisme di Pakistan dengan membunuh ulama Syiah dan Sunni. Tetapi, badan keamanan kami tepat waktu mendahului rencana tersebut dan menangkap banyak teroris," katanya, terutama mengacu pada pembunuhan ulama Sunni, Maulana Adil Khan di Karachi tahun lalu.

Khan mengatakan, teroris berhasil menargetkan komunitas Syiah Hazara dengan memanfaatkan populasi yang jarang dan alam terpencil di daerah tersebut. ( Baca juga: Massa Pakistan Tagih Janji Usir Dubes Prancis soal Kartun Nabi Muhammad )

"Sayangnya, beberapa kelompok (militan) muncul setelah penggulingan pasukan Soviet pada tahun 1989. Kelompok-kelompok ini telah menimbulkan kerusakan besar pada kami," katanya.

"Kelompok sektarian ini (sekarang) telah berubah menjadi ISIS," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (11/1/2021).
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal...
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal Tak Bongkar Muat di Pelabuhan Saudi atau Ditembak
Rekomendasi
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved