Iran Pamer Pangkalan Rudal Bawah Tanah Baru di Teluk Persia
Sabtu, 09 Januari 2021 - 13:36 WIB
loading...
Pangkalan rudal bawah tanah baru Iran yang dipamerkan IRGC Iran. Foto/DW.com
A
A
A
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menerbitkan foto-foto pangkalan rudal bawah tanah baru di pantai Teluk Persia pada hari Jumat. Aksi pamer pangkalan misil ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara negara itu dengan Amerika Serikat (AS).
"Pangkalan ini adalah salah satu dari beberapa pangkalan yang menampung rudal strategis Angkatan Laut Garda," tulis media pemerintah Iran mengutip Komandan IRGC Hossein Salami, merujuk pada pangkalan yang terletak di suatu tempat di provinsi Hormozgan. (Baca: Jenderal Tertinggi AS: Presiden Punya Kekuasaan Tunggal untuk Serangan Nuklir )
"Logika kami dalam mempertahankan keutuhan wilayah, kemerdekaan negara, dan pencapaian Revolusi Islam semakin menguat," kata Salami, yang dilansir DW.com, Sabtu (9/1/2021).
Komandan tersebut juga mengklaim bahwa fasilitas rudal Angkatan Laut yang baru memiliki rudal jarak jauh dengan ketepatan titik-titik dan kekuatan penghancur yang sangat besar.
Salami mengatakan bahwa pangkalan itu akan memperkuat kemampuan pertahanan Iran, terutama terhadap peralatan perang elektronik musuh.
Ketegangan yang meningkat antara Republik Islam dan AS memuncak pada hari Senin ketika IRGC Iran menangkap sebuah kapal tanker Korea Selatan di selat Hormuz. Korea Selatan merupakan sekutu Amerika.
Ketegangan ekstra antara AS dan Iran dimulai setelah Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir 2015 dan menerapkan kembali sanksi berat terhadap negara itu.
"Pangkalan ini adalah salah satu dari beberapa pangkalan yang menampung rudal strategis Angkatan Laut Garda," tulis media pemerintah Iran mengutip Komandan IRGC Hossein Salami, merujuk pada pangkalan yang terletak di suatu tempat di provinsi Hormozgan. (Baca: Jenderal Tertinggi AS: Presiden Punya Kekuasaan Tunggal untuk Serangan Nuklir )
"Logika kami dalam mempertahankan keutuhan wilayah, kemerdekaan negara, dan pencapaian Revolusi Islam semakin menguat," kata Salami, yang dilansir DW.com, Sabtu (9/1/2021).
Komandan tersebut juga mengklaim bahwa fasilitas rudal Angkatan Laut yang baru memiliki rudal jarak jauh dengan ketepatan titik-titik dan kekuatan penghancur yang sangat besar.
Salami mengatakan bahwa pangkalan itu akan memperkuat kemampuan pertahanan Iran, terutama terhadap peralatan perang elektronik musuh.
Ketegangan yang meningkat antara Republik Islam dan AS memuncak pada hari Senin ketika IRGC Iran menangkap sebuah kapal tanker Korea Selatan di selat Hormuz. Korea Selatan merupakan sekutu Amerika.
Ketegangan ekstra antara AS dan Iran dimulai setelah Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir 2015 dan menerapkan kembali sanksi berat terhadap negara itu.
Lihat Juga :