Khamenei Ejek Kerusuhan Capitol AS, Sebut Balas Dendam Tuhan
Sabtu, 09 Januari 2021 - 13:12 WIB
loading...
Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei. Foto/REUTERS
A
A
A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengejek kekacauan di Amerika Serikat (AS) setelah massa pendukung Presiden Donald Trump menyerbu Gedung Capitol di Washington. Petinggi Iran itu menyebutnya sebagai balas dendam Tuhan atas campur tangan Amerika di Timur Tengah.
Dalam pidato 50 menit pada hari Jumat (8/1/2021), Khamenei membahas transisi kekuasaan di AS dengan menyebut politik Amerika sebagai "kegagalan". (Baca: Kurang Ajar, Perusuh Capitol Garuk Kemaluannya di Meja Ketua DPR AS )
"Ini adalah demokrasi mereka; ini adalah situasi pemilu mereka," kata Khamenei sambil menyeringai.
"Pernahkah Anda melihat situasi di AS? Ini adalah demokrasi mereka dan ini adalah kegagalan pemilu mereka," tulis Khamenei di Twitter."Saat ini, AS dan 'nilai-nilai Amerika' diejek bahkan oleh teman-teman mereka.”
Dia mengatakan AS telah diberi ganjaran karena memicu ketegangan di Iran pada 2009.
“AS secara terbuka mengatakan kepentingannya membutuhkan ketidakstabilan di kawasan ini. AS ingin memulai perang saudara di Iran pada 2009, dan sekarang Tuhan telah membuat mereka menderita dengan kesulitan yang sama pada 2021," tulis Khamenei, seperti dikutip Times of Israel, Sabtu (9/1/2021). (Baca: Jenderal Tertinggi AS: Presiden Punya Kekuasaan Tunggal untuk Serangan Nuklir )
"Kekacauan baru-baru ini mencapai titik di mana anggota Kongres harus melarikan diri melalui terowongan rahasia," paparnya.
Dalam pidato 50 menit pada hari Jumat (8/1/2021), Khamenei membahas transisi kekuasaan di AS dengan menyebut politik Amerika sebagai "kegagalan". (Baca: Kurang Ajar, Perusuh Capitol Garuk Kemaluannya di Meja Ketua DPR AS )
"Ini adalah demokrasi mereka; ini adalah situasi pemilu mereka," kata Khamenei sambil menyeringai.
"Pernahkah Anda melihat situasi di AS? Ini adalah demokrasi mereka dan ini adalah kegagalan pemilu mereka," tulis Khamenei di Twitter."Saat ini, AS dan 'nilai-nilai Amerika' diejek bahkan oleh teman-teman mereka.”
Dia mengatakan AS telah diberi ganjaran karena memicu ketegangan di Iran pada 2009.
“AS secara terbuka mengatakan kepentingannya membutuhkan ketidakstabilan di kawasan ini. AS ingin memulai perang saudara di Iran pada 2009, dan sekarang Tuhan telah membuat mereka menderita dengan kesulitan yang sama pada 2021," tulis Khamenei, seperti dikutip Times of Israel, Sabtu (9/1/2021). (Baca: Jenderal Tertinggi AS: Presiden Punya Kekuasaan Tunggal untuk Serangan Nuklir )
"Kekacauan baru-baru ini mencapai titik di mana anggota Kongres harus melarikan diri melalui terowongan rahasia," paparnya.
Lihat Juga :