Khamenei Larang Iran Beli Vaksin Covid-19 dari AS dan Inggris
Jum'at, 08 Januari 2021 - 23:48 WIB
loading...
Pemimpin Tertinggi Spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei melarang pemerintah Iran mengimpor vaksin Covid-19 dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Foto/REUTERS
A
A
A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Spiritual Iran , Ayatollah Ali Khamenei melarang pemerintah Iran mengimpor vaksin Covid-19 dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Dia melabeli kekuatan Barat tidak dapat dipercaya.
Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Khamenei mengangkat prospek AS dan Inggris, musuh lama Iran, kemungkinan berusaha menyebarkan infeksi ke negara lain. ( Baca juga: Sindir Rusuh di AS, Rouhani: Demokrasi Barat Lemah dan Rapuh )
Dia menuturkan bagaimanapun bahwa Iran dapat memperoleh vaksin dari tempat terpercaya lainnya. Dia tidak memberikan perincian, tetapi China dan Rusia, dua negara yang juga memproduksi vaksin Covid-19 adalah sekutu Iran.
"Impor vaksin AS dan Inggris ke negara itu dilarang. Mereka sama sekali tidak dapat dipercaya. Bukan tidak mungkin mereka ingin mencemari negara lain," kata Khamenei, seperti dilansir Reuters pada Jumat (8/1/2021).
“Mengingat pengalaman kami dengan suplai darah Prancis yang tercemar HIV, vaksin Prancis juga tidak dapat dipercaya,” sambungnya, merujuk pada skandal darah yang terkontaminasi di negara itu pada 1980-an dan 1990-an.
Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Khamenei mengangkat prospek AS dan Inggris, musuh lama Iran, kemungkinan berusaha menyebarkan infeksi ke negara lain. ( Baca juga: Sindir Rusuh di AS, Rouhani: Demokrasi Barat Lemah dan Rapuh )
Dia menuturkan bagaimanapun bahwa Iran dapat memperoleh vaksin dari tempat terpercaya lainnya. Dia tidak memberikan perincian, tetapi China dan Rusia, dua negara yang juga memproduksi vaksin Covid-19 adalah sekutu Iran.
"Impor vaksin AS dan Inggris ke negara itu dilarang. Mereka sama sekali tidak dapat dipercaya. Bukan tidak mungkin mereka ingin mencemari negara lain," kata Khamenei, seperti dilansir Reuters pada Jumat (8/1/2021).
“Mengingat pengalaman kami dengan suplai darah Prancis yang tercemar HIV, vaksin Prancis juga tidak dapat dipercaya,” sambungnya, merujuk pada skandal darah yang terkontaminasi di negara itu pada 1980-an dan 1990-an.
Lihat Juga :