Sindir Rusuh di AS, Rouhani: Demokrasi Barat Lemah dan Rapuh

Kamis, 07 Januari 2021 - 19:33 WIB
loading...
Sindir Rusuh di AS,...
Rouhani, dalam pidato yang disiarkan secara nasional, mengatakan bahwa peristiwa kekerasan yang terjadi di Washington D.C adalah akibat dari tindakan populis Trump. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Presiden Iran , Hassan Rouhani menyebut demokrasi Barat "lemah dan rapuh”. Pernyataan ini datang di tengah aksi penyerbuan gedung US Capitol oleh simpatisan Donald Trump saat Kongres Amerika Serikat(AS) tengah bersidang untuk mengesahkan hasil pemilu AS.

Rouhani, dalam pidato yang disiarkan secara nasional, mengatakan bahwa peristiwa kekerasan yang terjadi di Washington D.C adalah akibat dari tindakan "populis"Trump. ( Baca juga: Iran: Jari Kami Sudah di Pelatuk untuk Respon Setiap Serangan AS)

"Dia mencoreng citra negaranya dan merusak hubungan Amerika dengan seluruh dunia," kata Rouhani dalam pernyataannya, seperti dilansir Sputnik pada Tamis (7/1/2021).

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel menyebut bahwa retorika Trump dalam mempersoalkan kekalahannya dalam pemilihan presiden ASmengarah langsung ke kekerasan "mengerikan" di AS.

Patel mengatakan bahwa peristiwa itu mengerikan dan tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Menurutnya, Trump tidak hanya gagal untuk mengurangi kekerasan, tetapi juga telah memicunya. ( Baca juga: Facebook dan Instagram Juga Bekukan Akun Presiden Donald Trump Selama 24 Jam)

Komentarnya langsung mengarah pada kekerasan, dan sejauh ini dia gagal mengutuk kekerasan itu dan itu sepenuhnya salah," kata Patel, yang bertanggung jawab atas keamanan dan kepolisian di Inggris .

Dia kemudian mengatakan, AS adalah "mercusuar demokrasi" dan sangat penting bahwa ada transisi ke pemerintahan Biden. "Amerika perlu maju," katanya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Serangan Rudal Iran...
Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah
Menlu Rusia: AS Terlibat...
Menlu Rusia: AS Terlibat Langsung dalam Perang Ukraina!
Rekomendasi
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved