Demokrasi AS Mundur

Jum'at, 08 Januari 2021 - 06:00 WIB
loading...
A A A
Contee juga mengatakan, polisi mengamankan dua bom pipa dari kantor komite nasional Republik dan Demokrat. Polisi juga menahan mobil pendingin berisi bom Molotov di Gedung Capitol. Itu menunjukkan insiden kekerasan di Gedung Capitol memang direncanakan dengan baik. Sebanyak 14 polisi juga dilaporkan terluka, dan dua polisi di antaranya masih dirawat di rumah sakit.

Wali Kota Washington Muriel Bowser mengatakan satu perempuan yang tewas adalah bagian dari kelompok demonstran yang memasuk masuk Gedung Capitol. Mereka berhadapan dengan sejumlah petugas tak berseragam dan salah seorang petugas melepaskan tembakan.

Pada Rabu (6/1) malam, DPR dan Senat AS langsung melanjutkan debat sertifikasi kemenangan Biden yang dipimpin Wakil Presiden AS Mike Pence. Debat sertifikasi ini sempat tertunda beberapa jam dikarenakan polisi membutuhkan waktu selama lebih dari tiga jam untuk mengamankan dan mengusir para pendukung Trump di Gedung Capitol. Jaminan keamanan itu setelah Garda Nasional Washington DC telah dikerahkan dan adanya tambahan pasukan dari negara-negara bagian tetangga, seperti Virginia dan Maryland.

Mereka langsung mendiskusikan keberatan dari anggota parlemen Partai Republik yang berpihak kepada Trump. Sebagian keberatan kubu pro-Trump justru ditolak sebagian besar anggota Kongres dari Partai Republik.

Senat menolak keberatan Partai Republik dengan pemungutan suara 93 melawan 6 suara untuk mensertifikasi kemenangan Biden di negara bagian Arizona. Di DPR yang dikuasai Demokrat, keberatan itu juga ditolak dengan pemungutan suara 303 melawan 121 suara.

Pence mengungkapkan insiden penyerbuan Gedung Capitol sebagai hari yang kelam dalam sejarah Capitol AS. “Untuk Anda yang melakukan kekacauan di Gedung Capitol hari ini, Anda tidak menang," kata Pence, dilansir Reuters.

Dia mengatakan, kekerasan tidak pernah menang, kebebasan berjaya dan Capitol masih rumah rakyat. “Selagi kami kembali berkumpul di ruangan ini, dunia akan menyaksikan lagi keteguhan dan kekuatan demokrasi kami bahkan setelah aksi kekerasan dan vandalisme yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujarnya.

Pence meminta para pendukung Trump untuk meninggalkan gedung itu dan menghentikan kekerasan.

Ketua DPR dari Partai Demokrat Nancy Pelosi juga meminta para parlemen untuk kembali bekerja. Pelosi menyebut serangan ke Gedung Capitol sebagai serangan memalukan terhadap demokrasi. "Sekarang kita akan menjadi bagian dari potret negara kita yang memalukan ke dunia, yang dipicu oleh level tertinggi,” imbuhnya.

Menurut para pakar sejarah dari US Capitol Historical Society, serbuan ke Gedung Capitol kemarin adalah yang pertama sejak abad ke-19. Saat itu, pasukan Inggris pimpinan Laksamana Madya Sir Alexander Cockburn dan Mayor Jenderal Robert Ross membakar Gedung Capitol yang masih dalam tahap pembangunan ketika menginvasi Distrik Columbia pada Agustus 1814.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Cawe-cawe Trump Disebut...
Cawe-cawe Trump Disebut Biang Kerok Kegagalan Timnas AS di Piala Dunia 2026
Diiringi Jutaan Pelayat,...
Diiringi Jutaan Pelayat, Jenazah Ali Khamenei Dimakamkan di Kota Mashhad
Pesawat Cessna Jatuh...
Pesawat Cessna Jatuh di Hutan, 10 Orang Tewas
Rekomendasi
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
Berita Terkini
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved