China Hukum Mati Lai Xiaomin, Bankir Korup yang Punya 100 Selingkuhan
Rabu, 06 Januari 2021 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga dilaporkan memiliki emas batangan dan mobil mewah, rekening bank atas nama Ibunya memegang ratusan juta yuan, dan lebih dari 100wanita selingkuhan yang dia berikan properti yang dikembangkan oleh anak perusahaan real estate Huarong.
Baca juga:Istana Thailand Rilis Foto Raja dan Selir Cantiknya Menyapu Lantai Penjara
Lai ditempatkan dalam penyelidikan pada April 2018 dan diusir dari partai Komunis China. Media pemerintah menyiarkan pengakuan rinci oleh Lai, yang mengatakan; "Saya tidak menghabiskan satu sen pun, dan hanya menyimpannya di sana...Saya tidak berani membelanjakannya."
Pengadilan Tianjin mengatakan kejahatan Lai sebagian besar terjadi setelah kongres ke-18 Partai Komunis China pada tahun 2012. Kongres itu juga telah menentukan masa jabatan Presiden Xi Jinping untuk jangka waktu yang lama. Selama kampanye Xi Jinping, jutaan pejabat telah diselidiki atau dihukum, dan ada tuduhan bahwa tindakan itu digunakan untuk menyingkirkan lawan politik. (Baca juga: Wisata Seks Dubai, Buah Normalisasi Hubungan UEA dengan Israel )
Kampanye tersebut tidak banyak berpengaruh pada peringkat China dalam indeks korupsi global Transparency International, di mana negara itu duduk di peringkat 80 pada tahun 2020, tetapi telah memenangkan dukungan di antara penduduk, dengan 84 persen mengatakan kepada Transparency International bahwa pemerintah melakukannya dengan baik dalam menangani korupsi.
Baca juga:Istana Thailand Rilis Foto Raja dan Selir Cantiknya Menyapu Lantai Penjara
Lai ditempatkan dalam penyelidikan pada April 2018 dan diusir dari partai Komunis China. Media pemerintah menyiarkan pengakuan rinci oleh Lai, yang mengatakan; "Saya tidak menghabiskan satu sen pun, dan hanya menyimpannya di sana...Saya tidak berani membelanjakannya."
Pengadilan Tianjin mengatakan kejahatan Lai sebagian besar terjadi setelah kongres ke-18 Partai Komunis China pada tahun 2012. Kongres itu juga telah menentukan masa jabatan Presiden Xi Jinping untuk jangka waktu yang lama. Selama kampanye Xi Jinping, jutaan pejabat telah diselidiki atau dihukum, dan ada tuduhan bahwa tindakan itu digunakan untuk menyingkirkan lawan politik. (Baca juga: Wisata Seks Dubai, Buah Normalisasi Hubungan UEA dengan Israel )
Kampanye tersebut tidak banyak berpengaruh pada peringkat China dalam indeks korupsi global Transparency International, di mana negara itu duduk di peringkat 80 pada tahun 2020, tetapi telah memenangkan dukungan di antara penduduk, dengan 84 persen mengatakan kepada Transparency International bahwa pemerintah melakukannya dengan baik dalam menangani korupsi.
(min)
Lihat Juga :