Komunitas Muslim Khawatirkan Peningkatan Islamofobia di Jerman
Selasa, 05 Januari 2021 - 20:58 WIB
loading...
Kemal Ergun, pemimpin asosiasi Muslim Turki di Jerman mengatakan, semakin banyak masjid telah menjadi sasaran ancaman, vandalisme atau pembakaran dalam beberapa bulan terakhir. Foto/REUTERS
A
A
A
BERLIN - Komunitas Muslim Turki- Jerman khawatir dengan meningkatnya kejahatan rasial Islamofobia . Kemal Ergun, Presiden IGMG, asosiasi Muslim Turki mengatakan, semakin banyak masjid telah menjadi sasaran ancaman, vandalisme atau pembakaran dalam beberapa bulan terakhir.
"Sedikitnya 122 masjid menjadi sasaran serangan semacam itu tahun lalu," katanya. Dia menyebut, puluhan masjid menerima banyak ancaman bom oleh neo-Nazi atau kelompok ekstremis lainnya, yang memicu kekhawatiran di antara anggota komunitas.
"Kami meminta aparat kepolisian untuk melakukan investigasi yang lebih efektif dan menangkap para pelaku penyerangan tersebut," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (5/1/2021).
Ergun kemudian mengatakan, umat Muslim mengalami lebih banyak permusuhan dan diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari mereka, karena meningkatnya prasangka anti-Muslim. ( Baca juga: Buru Pelaku Lain, Polisi Yakin Kokain Bukan dari Jerman )
Dia menuturkan bahwa wanita Muslim, khususnya yang memakai jilbab sering dilecehkan secara verbal di jalan dan insiden penyerangan fisik juga dilaporkan alami peningkatan.
Menurut angka resmi, polisi mencatat 632 kejahatan Islamofobia di Jerman dari Januari hingga November 2020. Ini termasuk penghinaan, surat ancaman, gangguan praktik keagamaan, serangan fisik dan kerusakan properti.
Angka sebenarnya diyakini lebih tinggi, karena banyak korban tidak mengajukan pengaduan pidana ke polisi, sebagian besar karena ketidakpercayaan mereka pada penegak hukum. ( Baca juga: Bule yang Sambangi FPI Ternyata Intelijen Jerman, Ini Kata Kemlu )
"Sedikitnya 122 masjid menjadi sasaran serangan semacam itu tahun lalu," katanya. Dia menyebut, puluhan masjid menerima banyak ancaman bom oleh neo-Nazi atau kelompok ekstremis lainnya, yang memicu kekhawatiran di antara anggota komunitas.
"Kami meminta aparat kepolisian untuk melakukan investigasi yang lebih efektif dan menangkap para pelaku penyerangan tersebut," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (5/1/2021).
Ergun kemudian mengatakan, umat Muslim mengalami lebih banyak permusuhan dan diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari mereka, karena meningkatnya prasangka anti-Muslim. ( Baca juga: Buru Pelaku Lain, Polisi Yakin Kokain Bukan dari Jerman )
Dia menuturkan bahwa wanita Muslim, khususnya yang memakai jilbab sering dilecehkan secara verbal di jalan dan insiden penyerangan fisik juga dilaporkan alami peningkatan.
Menurut angka resmi, polisi mencatat 632 kejahatan Islamofobia di Jerman dari Januari hingga November 2020. Ini termasuk penghinaan, surat ancaman, gangguan praktik keagamaan, serangan fisik dan kerusakan properti.
Angka sebenarnya diyakini lebih tinggi, karena banyak korban tidak mengajukan pengaduan pidana ke polisi, sebagian besar karena ketidakpercayaan mereka pada penegak hukum. ( Baca juga: Bule yang Sambangi FPI Ternyata Intelijen Jerman, Ini Kata Kemlu )
(esn)
Lihat Juga :