Profesor Harvard Sebut Alien 'Kunjungi' Bumi pada 2017

Minggu, 03 Januari 2021 - 22:09 WIB
loading...
Profesor Harvard Sebut...
Ketua Departemen Astronomi Harvard, Avi Loeb mengatakan sebuah objek asing mengelilingi bumi selama kurang lebih sebulan pada 2017. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Ketua Departemen Astronomi Harvard, Avi Loeb mengatakan sebuah objek asing mengelilingi bumi selama kurang lebih sebulan pada 2017. Objek itu, jelas Loeb, tertangkap oleh teleskop terkuat di planet ini, Panoramic Survey Telescope and Rapid Response System (Pan-STARRS) di Hawaii dan diberi nama Oumuamua.

Dalam bukunya yang akan datang, "Extraterrestrial: The First Sign of Intelligent Life Beyond Earth", Loeb mengatakan objek misterius itu, yang datang dari arah Vega, dicegat oleh bidang orbit tata surya pada 6 September 2017 dan dalam sebulan terbang dekat Bumi.

"Itu bergerak cepat menuju konstelasi Pegasus dan kegelapan. Meskipun panjangnya hanya sekitar 100 meter, itu diyakini sebagai objek antarbintang pertama yang pernah terdeteksi di dalam tata surya kita," kata Loeb dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (3/1/2021).

Menurut Loeb, itu bukan komet biasa, melainkan bagian dari teknologi yang dibuang dari peradaban alien. Dia menunjukkan bentuknya yang tidak biasa, seperti cerutu, belum pernah terjadi sebelumnya untuk objek ruang angkasa normal. ( Baca juga: Ilmuwan Deteksi Emisi Radio di Luar Sistem Matahari, Tanda Kehidupan Alien? )

Dia mengatakan, objek itu sangat terang, setidaknya 10 kali lebih reflektif daripada asteroid atau komet pada umumnya. Tapi, masalah utama yang membuat Loeb percaya bahwa itu adalah benda buatan dan lintasannya yang tidak biasa di dekat bintang kita.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved