Raksasa Senjata AS Dapat Kontrak Memasok 1.000 Rudal ke Arab Saudi

Kamis, 14 Mei 2020 - 16:02 WIB
loading...
Raksasa Senjata AS Dapat...
Rudal anti-kapal Harpoon Block II Amerika Serikat. Foto/Telegraf.id
A A A
WASHINGTON - Boeing, salah satu produsen raksasa senjata Amerika Serikat (AS) mendapat dua kontrak senilai lebih dari USD2 miliar untuk memasok lebih dari 1.000 rudal ke Arab Saudi .

Pentagon, yang memberikan dua kontrak, mengatakan misil-misil yang akan dipasok ke kerajaan kaya minyak itu adalah misil air-to-surface dan misil anti-kapal.

Kontrak pertama, senilai USD1,97 miliar, adalah untuk modernisasi rudal jelajah SLAM ER serta pengiriman 650 rudal baru. "Untuk mendukung pemerintah Arab Saudi," kata Pentagon dalam pengumumannya, seperti dikutip AFP, Kamis (14/5/2020). (Baca: AS Gila-gilaan Bikin Senjata Nuklir, tapi Tak Berdaya Lawan Covid-19 )

Kontrak akan selesai pada Desember 2028 untuk SLAM ER, rudal air-to-surface yang dipandu GPS dengan jangkauan hingga 155 mil laut.

Pentagon juga mengumumkan kontrak senilai lebih dari USD650 juta untuk pengiriman 467 unit rudal anti-kapal Harpoon Block II baru, termasuk lebih dari 400 unit untuk Arab Saudi. Sisanya akan dikirim ke Brasil, Qatar, Thailand, India, Jepang, Belanda dan Korea Selatan.

Dalam pernyataan terpisah, Boeing mengatakan kontrak baru akan memastikan kelanjutan program Harpoon hingga 2026 dan memulai kembali jalur produksi SLAM ER. (Baca juga: China Tes Rudal Kapal Selam Berkemampuan Nuklir yang Bisa Jangkau AS )

Boeing, yang mengatakan telah mengirimkan sistem senjata SLAM ER terakhir pada 2008, menjadikan total kontraknya USD3,1 miliar.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Unesa Buka Seleksi Jalur...
Unesa Buka Seleksi Jalur Mandiri Non Tes Rapor 2026, Simak Syaratnya
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Berita Terkini
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved