Turki Tak Akan Deportasi Muslim Uighur ke China

Kamis, 31 Desember 2020 - 02:12 WIB
loading...
Turki Tak Akan Deportasi...
Turki menepis kekhawatiran akan mendeportasi Muslim Uighur ke China. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
ANKARA - Turki menepis kekhawatiran bahwa perjanjian ekstradisi baru dengan China akan mengakibatkan Ankara mendeportasi Muslim Uighur secara massal ke Beijing.

Sekitar 20 warga Uighur dengan kewarganegaraan Turki mendatangi konsulat China di Istanbul setelah parlemen China meratifikasi perjanjian 2017 pada hari Sabtu.

Ankara belum meratifikasi perjanjian itu, tetapi persetujuannya di Beijing telah membuat komunitas Uighur Turki yang diperkirakan berjumlah 50.000 orang gelisah.



Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu tidak mengatakan kapan parlemen Turki akan memperdebatkan kesepakatan tersebut.

Namun dia mengatakan persetujuannya tidak berarti Turki akan membebaskan orang Uighur ke China.

“Hingga saat ini, masih ada permintaan pemulangan dari China terkait Uighur di Turki. Dan Anda tahu Turki belum mengambil langkah seperti ini," kata Cavusoglu kepada wartawan di Ankara.

"Ini akan menjadi salah dan tidak adil untuk mengatakan itu adalah kesepakatan untuk ekstradisi Uighur. Kami lebih sensitif terhadap masalah seperti itu dibanding yang lain,” imbuhnya seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (31/12/2020).

Etnis Uighur berunjuk rasa untuk hari kesembilan pada Rabu untuk mengungkapkan ketakutan mereka tentang perjanjian ekstradisi.(Baca juga: China Sebut Tuduhan Pelanggaran HAM Muslim Uighur Kebohongan Abad Ini )

“Insya Allah, kami berharap negara kami tidak akan menyetujui hal seperti itu,” kata Omer Farah, seorang etnis Uighur dengan kewarganegaraan Turki yang mengatakan bahwa anak-anaknya ditahan di China.

“Tapi jika ya, kami sangat khawatir. Karena bagi China, 50.000 orang Uighur yang tinggal di sini adalah penjahat," imbuhnya.

Orang Uighur berbicara dalam bahasa Turki dan memiliki ikatan budaya dengan Turki yang menjadikannya tujuan favorit untuk menghindari penganiayaan di wilayah Xinjiang di barat laut China.

Namun laporan berita menuduh Turki diam-diam mengembalikan warga Uighur ke China melalui negara ketiga.

Aktivis hak asasi manusia mengatakan Xinjiang adalah rumah bagi jaringan luas kamp interniran di luar hukum yang telah memenjarakan setidaknya satu juta orang.(Baca juga: Terungkap, Alibaba Gunakan Software Pengenal Wajah Uighur )

China mengatakan kmap-kamp tersebut pusat pelatihan kejuruan untuk melawan ekstremisme.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Hajar Makau, Indonesia...
Hajar Makau, Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2026
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved