Diam-diam, Pentagon Siapkan Skenario Jika Trump Berlakukan Darurat Militer

Sabtu, 26 Desember 2020 - 04:34 WIB
loading...
Diam-diam, Pentagon...
Pentagon diam-diam dilaporkan menyiapkan skenaria untuk merespon jika Presiden Donald Trump berlakukan darurat militer. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Pentagon diam-diam membahas skenario untuk merespon kemungkinan penerapan darurat militer oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jelang pelantikan Joe Biden pada 20 Januari mendatang. Demikian laporan Newsweek mengutip sumber Departemen Pertahanan yang tidak disebutkan namanya.

(Baca juga : Gubernur Tennessee Minta Trump Umumkan Keadaan Darurat Pasca Serangan Bom )

Sumber itu mengklaim bahwa pejabat Pentagon bersama dengan kepala unit militer yang ditempatkan di dekat Washington DC "dalam keadaan siaga" karena mereka terlibat dalam perencanaan kontingensi rahasia jika angkatan bersenjata dipanggil untuk menjaga atau memulihkan ketertiban sipil selama pelantikan dan masa transisi.

(Baca juga : Mike Tyson Curhat Mendadak Sensitif seperti Gadis Menstruasi Pertama )

Salah satu orang dalam berpendapat bahwa karena pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung, presiden AS saat ini memiliki kekuatan darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang mungkin meyakinkannya — terutama jika dia mendengarkan pendukung tertentu — bahwa dia memiliki kekuatan yang tidak terbatas dan berada di atas hukum.



Orang dalam tersebut menggambarkan darurat militer sebagai paradigma yang salah untuk memikirkan bahaya di masa depan, sesuatu yang diamini oleh sumber lain yang mencatat tindakan yang mungkin diambil Trump bulan depan "pada saat ini" masih direka-reka oleh siapa pun.

(Baca juga : AS-Iran 'Kompak' Hadang Rencana Prancis untuk Lebanon )

"Meskipun saya yakin bahwa pemimpin militer masih bisa bertindak dengan cerdas, kegilaan belum pernah terjadi sebelumnya dan kemungkinan tidak terbatas," sumber itu menegaskan seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (26/12/2020).

Satu lagi orang dalam menyebut Trump sebagai orang yang terpesona dengan pengungkit rahasia kepresidenan yang tersedia baginya, memilih apa yang disebut Dokumen Tindakan Darurat Presiden (PEAD).

Dokumen tersebut termasuk perintah eksekutif, pesan presiden, dan rancangan undang-undang yang didistribusikan ke berbagai departemen dan lembaga pemerintah. (Baca juga: Trump Serukan Pembentukan Penasihat Khusus Selidiki Kecurangan Pemilu AS )

"Salah satu PEAD, Arahan 20, diduga membahas darurat militer," menurut sumber tersebut.

Mereka menjelaskan bahwa arahan tersebut diterapkan jika AS menjadi sasaran serangan bersenjata, Washington dihancurkan, dan pekerjaan pemerintah negara bagian dan lokal dilumpuhkan.

"Tentu saja Arahan 20 tidak dapat diterapkan, baik karena kondisi tidak ada dan militer tidak mau berjalan", sumber itu menunjukkan.

Ia menambahkan, bagaimanapun, bahwa bahaya terbesar adalah keberadaan lapisan arahan rahasia mungkin menyampaikan kesan kekuasaan dan otoritas yang tidak benar-benar ada di masa damai.

Pernyataan itu mengikuti mantan Penasihat Keamanan Nasional untuk presiden AS, Jenderal Michael Flynn. Ia mengatakan kepada Newsmax pekan lalu bahwa Trump harus memberlakukan darurat militer di enam negara bagian dan mengambil kemampuan militer dalam upaya untuk menjalankan kembali pemilu 3 November.(Baca juga: Media AS: Trump Frustrasi soal Pilpres AS, Wapres Pence Dicap Pengkhianat )

"Presiden harus merencanakan setiap kemungkinan karena kami tidak dapat membiarkan pemilu ini dan integritas pemilu kami berjalan sebagaimana adanya," tambah Flynn.

Namun Trump sendiri menolak laporan media bahwa dia mempertimbangkan untuk memberlakukan darurat militer dalam upaya mengubah hasil pemilihan presiden 3 November. Ia menyebutnya sebagai "berita palsu".
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Pesan Menyentuh di Ruang...
Pesan Menyentuh di Ruang Ganti Timnas Iran: Bermain Jujur adalah Jiwa Sepak Bola
Berita Terkini
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Infografis
Presiden Korea Selatan...
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Umumkan Darurat Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved