Trump Serukan Pembentukan Penasihat Khusus Selidiki Kecurangan Pemilu AS

Kamis, 24 Desember 2020 - 21:31 WIB
loading...
Trump Serukan Pembentukan...
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyerukan dibentuknya Penasihat Khusus untuk menyelidiki kecurangan dalam pemilihan umum beberapa waktu lalu. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump menyerukan dibentuknya Penasihat Khusus untuk menyelidiki kecurangan dalam pemilihan umum (pemilu) beberapa waktu lalu. Trump tetap bersikeras bahwa pemilu AS dicurangi, meskipun upaya hukumnya sejauh ini selalu menemui jalan buntu.

Penasihat Khusus biasanya dibentuk sebagai lembaga untuk menyelidiki kasus-kasus tertentu dari dugaan ilegalitas jika diyakini bahwa menggunakan jaksa biasa dapat mengakibatkan konflik kepentingan.

Seruan itu datang setelah Jaksa Agung AS, William Barr saat konferensi pers mengenai pengunduran dirinya mengatakan bahwa pembentukan Penasihat Khusus adalah hal yang tidak perlu dilakukan. ( Baca juga: Trump Blak-blakan Tuding Iran di Balik Serangan ke Kedubes AS di Irak )

Barr mengatakan bahwa dia mendukung pernyataan sebelumnya bahwa tidak ada bukti kecurangan sistematis dalam pemilu yang dapat mempengaruhi hasil secara signifikan. Dia juga mengatakan bahwa "tidak ada dasar" bagi pemerintah federal untuk menyita mesin pemungutan suara yang digunakan pada 3 November.

Trump, melalui akun Twitternya kemudian dia tidak setuju dengan apa yang disampaikan Barr dan mengatakan bahwa penyelidik independent dibutuhkan untuk menyelidiki kecurangan pemilu. ( Baca juga: Trump Masih Galak di Akhir Kekuasaan, 2 Raksasa Teknologi China Kena Gebuk )

"Setelah melihat kecurangan dalam pemungutan suara yang masif di pemilu 2020, saya tidak setuju dengan siapa pun yang menganggap Penasihat Khusus yang kuat, cepat, dan adil tidak dibutuhkan, harus segera (dibentuk)," ucapnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (24/12/2020).

Dia kemudian mengulangi pesannya bahwa pemilu 2020 adalah yang paling korup dalam sejarah AS. "Ini adalah pemilihan yang paling korup dalam sejarah negara kita dan itu harus diperiksa dengan cermat!" tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Akan Serahkan...
Trump Akan Serahkan Trofi Pemenang Piala Dunia 2026
30 Warga Sipil dan 7...
30 Warga Sipil dan 7 Tentara Iran Tewas dalam Serangan AS
Iran Tolak Negosiasi...
Iran Tolak Negosiasi dengan AS saat Ini, Fokus Perang
Rekomendasi
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
MA-Kemenkum: Kepastian...
MA-Kemenkum: Kepastian Hukum dan Pemahaman BJR Penting dalam Pengambilan Keputusan di BUMN
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved