Giliran Filipina Melarang Penerbangan dari Inggris
Rabu, 23 Desember 2020 - 15:12 WIB
loading...
A
A
A
"Ada tanda-tanda awal bahwa varian mungkin dapat menyebar lebih mudah di antara orang-orang dan informasi awal bahwa varian tersebut dapat memengaruhi kinerja beberapa tes diagnostik," kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Sebagai informasil jumlah pasien COVID-19 di Inggris bertambah sebanyak 35.928 orang pada Minggu (20/12/2020), hampir dua kali lipat dibandingkan tujuh hari sebelumnya. Pada saat bersamaan, sebanyak 326 orang meninggal dunia dalam 28 hari terakhir setelah positif terinfeksi COVID-19. Dengan demikian, total korban sekitar 67.401.
Menkes Inggris, Matt Hancock, memperingatkan varian baru COVID-19 itu 70% lebih mudah menular dan berada di luar kendali. Kasus terbanyak ditemukan di London dan bagian tenggara Inggris. Meski lebih mudah dan lebih cepat menular, sejauh ini, para ahli kesehatan tak dapat memastikan virus itu lebih mematikan.
Namun dalam pernyataan terbarunya, WHO mengatakan bahwa mutasi virus COVID-19 di Inggris tidak lebih agresif atau mematikan. Badan yang bermarkas di Jenewa itu meminta dunia internasional untuk tetap tenang, bahkan menyebut larangan bepergian ke dan dari Inggris berlebihan.
"Tidak ada bukti bahwa varian virus Corona baru membuat penyakit lebih parah," kata Kepala Program Kedaruratan Kesehatan WHO Mike Ryan.(Baca juga: WHO Sebut Varian Baru COVID-19 Tidak Lebih Mematikan )
Sebagai informasil jumlah pasien COVID-19 di Inggris bertambah sebanyak 35.928 orang pada Minggu (20/12/2020), hampir dua kali lipat dibandingkan tujuh hari sebelumnya. Pada saat bersamaan, sebanyak 326 orang meninggal dunia dalam 28 hari terakhir setelah positif terinfeksi COVID-19. Dengan demikian, total korban sekitar 67.401.
Menkes Inggris, Matt Hancock, memperingatkan varian baru COVID-19 itu 70% lebih mudah menular dan berada di luar kendali. Kasus terbanyak ditemukan di London dan bagian tenggara Inggris. Meski lebih mudah dan lebih cepat menular, sejauh ini, para ahli kesehatan tak dapat memastikan virus itu lebih mematikan.
Namun dalam pernyataan terbarunya, WHO mengatakan bahwa mutasi virus COVID-19 di Inggris tidak lebih agresif atau mematikan. Badan yang bermarkas di Jenewa itu meminta dunia internasional untuk tetap tenang, bahkan menyebut larangan bepergian ke dan dari Inggris berlebihan.
"Tidak ada bukti bahwa varian virus Corona baru membuat penyakit lebih parah," kata Kepala Program Kedaruratan Kesehatan WHO Mike Ryan.(Baca juga: WHO Sebut Varian Baru COVID-19 Tidak Lebih Mematikan )
(ber)
Lihat Juga :