AS Beri Indonesia Miliaran Dollar Jika Normalisasi dengan Israel
Rabu, 23 Desember 2020 - 05:39 WIB
loading...
Kepala Eksekutif Korporasi Keuangan Pembangunan (DFC) Amerika Serikat, Adam Boehler. Foto/REUTERS/Luis Cortes
A
A
A
YERUSALEM - Indonesia dapat membuka miliaran dollar Amerika atau setara triliunan rupiah dalam pembiayaan tambahan Amerika Serikat (AS) jika bergabung dengan dorongan Presiden Donald Trump agar negara-negara Muslim membangun hubungan dengan Israel . Hal itu disampaikan seorang pejabat AS.
Kepala Eksekutif Korporasi Keuangan Pembangunan (DFC) AS Adam Boehler dalam wawancara di King David Hotel di Yerusalem mengatakan DFC Internasional Amerika—sebuah badan pemerintah yang berinvestasi di luar negeri—dapat melipatgandakan portofolio USD1 miliar (Rp14,2 triliun) saat ini jika Indonesia mengembangkan hubungan dengan Israel. (Baca: AS Gertak Iran dengan Kapal Selam Nuklir Bersenjata Rudal Tomahawk )
"Kami sedang membicarakannya dengan mereka," kata Boehler, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (22/12/2020) malam. "Jika mereka siap, mereka siap dan jika mereka siap maka kami akan dengan senang hati mendukung secara finansial lebih dari apa yang kami lakukan.”
Dia mengatakan dia tidak akan terkejut jika pendanaan organisasinya untuk Indonesia, negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, didorong oleh "satu atau dua miliar dolar lebih."
Sejauh ini, Indonesia—seperti yang ditegaskan Presiden Joko Widodo—tidak akan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel sebelum negara Palestina yang merdeka terbentuk.
Kepala Eksekutif Korporasi Keuangan Pembangunan (DFC) AS Adam Boehler dalam wawancara di King David Hotel di Yerusalem mengatakan DFC Internasional Amerika—sebuah badan pemerintah yang berinvestasi di luar negeri—dapat melipatgandakan portofolio USD1 miliar (Rp14,2 triliun) saat ini jika Indonesia mengembangkan hubungan dengan Israel. (Baca: AS Gertak Iran dengan Kapal Selam Nuklir Bersenjata Rudal Tomahawk )
"Kami sedang membicarakannya dengan mereka," kata Boehler, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (22/12/2020) malam. "Jika mereka siap, mereka siap dan jika mereka siap maka kami akan dengan senang hati mendukung secara finansial lebih dari apa yang kami lakukan.”
Dia mengatakan dia tidak akan terkejut jika pendanaan organisasinya untuk Indonesia, negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, didorong oleh "satu atau dua miliar dolar lebih."
Sejauh ini, Indonesia—seperti yang ditegaskan Presiden Joko Widodo—tidak akan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel sebelum negara Palestina yang merdeka terbentuk.
Lihat Juga :