Kasus 'Kontainer 39 Mayat' Orang Vietnam, 2 Pria Dinyatakan Bersalah

Selasa, 22 Desember 2020 - 09:34 WIB
loading...
Kasus Kontainer 39 Mayat...
Umat Katolik memegang lilin yang menyala selama doa massal untuk 39 orang Vietnam yang ditemukan tewas di sebuah truk dekat London Oktober 2019, di sebuah gereja di provinsi Nghe An, Vietnam, 30 November 2019. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Dua orang penyelundup dinyatakan bersalah pada hari Senin atas pembunuhan 39 pria, wanita, dan anak-anak Vietnam yang mati lemas di belakang truk kontainer berpendingin saat mereka mencoba menuju Inggris .

Penemuan begitu banyak orang meninggal pada Oktober 2019—beberapa di antaranya berusia 15 tahun—mengejutkan Inggris dan Vietnam, dan menyoroti "perdagangan manusia" global asal Asia, Afrika, dan Timur Tengah dalam perjalanan berbahaya ke Barat.

Saat kadar oksigen turun di bagian belakang truk, beberapa dari 39 orang berusaha mati-matian untuk melarikan diri, tetapi sia-sia. Yang lain menggunakan ponsel untuk mengucapkan selamat tinggal terakhir mereka kepada kerabat yang hancur perasaannya di belahan dunia lain. (Baca: AS Gertak Iran dengan Kapal Selam Nuklir Bersenjata Rudal Tomahawk )

“Ini adalah kasus yang sangat tragis; 39 orang rentan yang putus asa untuk kehidupan baru didorong untuk menaruh kepercayaan mereka pada jaringan penyelundup manusia yang tidak bermoral,” kata Russell Tyner, seorang jaksa di Divisi Kejahatan Terorganisir.

“Mereka mati karena kekurangan oksigen, mati-matian berusaha melarikan diri dari wadah. Beberapa dapat mengungkapkan kata-kata terakhir mereka kepada keluarga mereka di ponsel mereka ketika mereka tahu situasi mereka tidak ada harapan," lanjut Tyner, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/12/2020).

Eamonn Harrison, seorang pengemudi truk berusia 24 tahun dari Irlandia Utara, dan Gheorghe Nica, 43, dari Essex, dinyatakan bersalah atas 39 dakwaan pembunuhan dan satu dakwaan konspirasi untuk membantu imigrasi yang melanggar hukum, setelah persidangan 10 minggu di Pengadilan Kriminal Pusat Inggris di London.

Dua dari tim penyelundup telah mengawasi dua perjalanan serupa pada awal bulanOktober2019.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Praktik Dokter Ilegal...
Praktik Dokter Ilegal di Jaksel, 2 WNA Vietnam Dideportasi
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal...
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal Tak Bongkar Muat di Pelabuhan Saudi atau Ditembak
Rekomendasi
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Berita Terkini
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved