Diduga Danai Hamas dan PIJ, Warga AS Gugat Qatar

Kamis, 17 Desember 2020 - 09:02 WIB
loading...
Diduga Danai Hamas dan...
Warga AS menggugat Qatar karena diduga mendanai kelompok Hamas dan PIJ Palestina. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
NEW YORK - Sebuah gugatan baru telah diajukan di New York terhadap lembaga keuangan dan badan amal Qatar . Keduanya dituduh telah menyalurkan uang untuk mendanai kelompok ekstremis Palestina yang bertanggung jawab atas pembunuhan warga Amerika di Israel .

Gugatan awal diajukan pada Selasa lalu di Pengadilan Distrik Amerika Serikat (AS) untuk Distrik Timur New York di Brooklyn. Penggugat adalah keluarga Pinches Przewozman, seorang warga Amerika yang tewas dalam serangan roket di Israel dari Jalur Gaza pada 5 Mei 2019.

Gugatan hari Selasa itu secara langsung menuduh bahwa Qatar telah menyalurkan uang ke kelompok-kelompok di Palestina dengan kedok sumbangan amal yang kemudian digunakan untuk mendanai Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ).



“Untuk mencapai tujuannya menyebarkan tindakan terorisme dan kekerasan di Israel sambil menghindari sanksi internasional, Qatar mengkooptasi beberapa institusi yang didominasi dan dikontrolnya untuk menyalurkan dolar AS (mata uang utama jaringan teroris Timur Tengah) ke Hamas dan PIJ dengan alasan kedok sumbangan amal,” bunyi dokumen gugatan hukum setebal 71 halaman seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (17/12/2020).

Keluarga Przewozman secara langsung menuduh Qatar Charity, Masraf al Rayan Bank dan Qatar National Bank dalam kasus mereka melawan Qatar.

Gugatan tersebut menuduh Qatar Charity meminta sumbangan di Qatar dan di seluruh dunia kemudian mentransfer dana tersebut ke rekeningnya di Masraf al Rayan di Doha, Qatar.(Baca juga: Serangan Mortir Guncang Kabul, Pompeo Bertemu Taliban di Qatar )

“Masraf al Rayan kemudian menggunakan rekening bank koresponden yang berlokasi di New York untuk melakukan transaksi yang melibatkan dolar AS ("USD") dan untuk mentransfer dana dari Doha, melalui New York, ke rekening Qatar Charity di Wilayah Palestina di salah satu Bank Palestina atau Bank Islam di Ramallah,” menurut gugatan tersebut.

Gugatan baru yang diajukan pada hari Selasa ini menyusul pengaduan sebelumnya yang diajukan secara terpisah pada bulan Juni oleh pengacara AS Steven Perles, yang telah menuntut kasus-kasus penting yang melibatkan terorisme dan pendanaan teror atas nama keluarga serta korban yang mencari kompensasi atas serangan teror di masa lalu.

Gugatan itu juga menuduh Qatar diam-diam mendanai Hamas dan kelompok PIJ dengan jutaan dolar yang melakukan serangan teror yang menewaskan warga AS. Perles secara khusus menuduh bahwa uang yang digunakan oleh Hamas dan PIJ digunakan untuk melakukan setidaknya enam serangan antara 2014 dan 2016.

Gugatan bulan Juni itu mengatakan bahwa antara Maret dan September 2015, Qatar Charity memberikan USD28 juta kepada kelompok-kelompok di wilayah Palestina yang mungkin memiliki kemudian dipindahkan ke Hamas dan PIJ.(Baca juga: Hamas: UEA Mainkan Peran Mencurigakan dalam Mendukung Pemukim Israel )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Daveigh Chase, Pemeran...
Daveigh Chase, Pemeran 'The Ring' dan Pengisi Suara 'Lilo & Stitch' Meninggal Dunia
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Bawa Archie dan Lilibet...
Bawa Archie dan Lilibet ke Inggris, Pangeran Harry Berharap Bisa Bertemu Raja Charles
Berita Terkini
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved