Terjebak Konflik, 2,3 Juta Anak di Ethiopia Terancam Kelaparan
Kamis, 17 Desember 2020 - 10:12 WIB
loading...
A
A
A
Konflik ini bergejolak setelah Perdana Menteri (PM) Ethiopia Abiy Ahmed berselisih dengan pemimpin TPLF terkait sistem pemerintahan. Pada November, sejumlah pangkalan militer tentara nasional Ethiopia diserang kelompok militan TPLF di Tigray. Situasi kian memanas setelah Ethiopia melancarkan operasi militer.
Tim UNICEF juga pernah ditembak dan ditahan tentara Ethiopia karena mengabaikan peringatan dan pemeriksaan cek poin. “Peristiwa ini terjadi karena tim UNICEF menerobos masuk tanpa mengindahkan peringatan otoritas agar tidak memasuki wilayah tersebut,” ujar Juru Bicara (Jubir) PM, Redwan Hussein, dikutip BBC. (Baca juga: RI Terancam Kelaparan, Ekonom: No Way!)
Tentara Eritrea sempat dikabarkan memasuki Tigray untuk menyelamatkan warga mereka yang terjebak di sana. Namun, laporan itu tidak dapat diverifikasi secara independen. Pemerintah Ethiopia dan Eritrea juga membantah menggabungkan kekuatan militer untuk menumbangkan TPLF mengingat isunya domestik.
Namun, sebagian warga Eritrea masih tinggal di Tigray setelah mengungsi dari Eritrea akibat krisis politik dan militer. Saat ini, mereka kembali terjebak dalam perang saudara. Tim dari UNICEF juga masih menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi asal Eritrea di Tigray, termasuk sebelum terjadi perang.
Ahmed menjadi pemimpin Ethiopia pertama yang berhasil mengakhiri konflik dengan Eritrea. Capaian perdamaian tersebut bahkan mengantarkannya meraih Nobel Perdamaian pada 2019. Namun, beberapa kritikus menilai kesepakatan itu hanya menjadi pakta keamanan sehingga Eritrea dapat membantu Ethiopia.
Seorang agen intelijen Amerika Serikat (AS) yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan tentara Eritrea ada di Tigray untuk membantu Ethiopia memberantas TPLF. “Hal itu sudah tidak diragukan lagi. Tentara TPLF juga mengetahui hal ini sehingga mereka menyerang wilayah Eritrea,” katanya kepada Reuters. (Baca juga: 10 Video Paling Trending di YouTube Sepanjang Tahun 2020)
Tim UNICEF juga pernah ditembak dan ditahan tentara Ethiopia karena mengabaikan peringatan dan pemeriksaan cek poin. “Peristiwa ini terjadi karena tim UNICEF menerobos masuk tanpa mengindahkan peringatan otoritas agar tidak memasuki wilayah tersebut,” ujar Juru Bicara (Jubir) PM, Redwan Hussein, dikutip BBC. (Baca juga: RI Terancam Kelaparan, Ekonom: No Way!)
Tentara Eritrea sempat dikabarkan memasuki Tigray untuk menyelamatkan warga mereka yang terjebak di sana. Namun, laporan itu tidak dapat diverifikasi secara independen. Pemerintah Ethiopia dan Eritrea juga membantah menggabungkan kekuatan militer untuk menumbangkan TPLF mengingat isunya domestik.
Namun, sebagian warga Eritrea masih tinggal di Tigray setelah mengungsi dari Eritrea akibat krisis politik dan militer. Saat ini, mereka kembali terjebak dalam perang saudara. Tim dari UNICEF juga masih menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi asal Eritrea di Tigray, termasuk sebelum terjadi perang.
Ahmed menjadi pemimpin Ethiopia pertama yang berhasil mengakhiri konflik dengan Eritrea. Capaian perdamaian tersebut bahkan mengantarkannya meraih Nobel Perdamaian pada 2019. Namun, beberapa kritikus menilai kesepakatan itu hanya menjadi pakta keamanan sehingga Eritrea dapat membantu Ethiopia.
Seorang agen intelijen Amerika Serikat (AS) yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan tentara Eritrea ada di Tigray untuk membantu Ethiopia memberantas TPLF. “Hal itu sudah tidak diragukan lagi. Tentara TPLF juga mengetahui hal ini sehingga mereka menyerang wilayah Eritrea,” katanya kepada Reuters. (Baca juga: 10 Video Paling Trending di YouTube Sepanjang Tahun 2020)
Lihat Juga :