Terjebak Konflik, 2,3 Juta Anak di Ethiopia Terancam Kelaparan

Kamis, 17 Desember 2020 - 10:12 WIB
loading...
A A A
Tentara Ethiopia berhasil mengambil alih ibu kota Tigray, Mekelle, dari TPLF pada 28 November lalu. Namun, pertempuran masih terjadi di wilayah lain, termasuk di wilayah gunung-gunung batu. “Masih ada tentara atau pasukan khusus TPLF yang berkeliaran dan melakukan serangan secara gerilya,” ujar Redwan.

Sebelum menjadi partai politik, TPLF merupakan kelompok gerilyawan. TPLF memimpin koalisi Front Demokratik Revolusi Rakyat Ethiopia (EPRDF) dari 1989 untuk menggulingkan partai komunis Rakyat Demokrasi Republik Ethiopia (PDRE). Sejak saat itu, TPLF diberi kewenangan memegang pemerintahan di Tigray. (Baca juga: Juventus Mungkin Sedang Menghukum Paolo Dybala)

Kedudukan TPLF di Tigray terancam setelah Ahmed melakukan reformasi pemerintahan secara besar-besaran sejak terpilih pada 2018. Dia berharap sistem demokrasi dapat diterapkan secara utuh dan nasional. Selain itu, masyarakat berharap Ahmed dapat menghapus korupsi dan represi yang banyak terjadi.

Keputusan Ahmed mengirimkan tentara nasional menuju Tigray juga mendapat dukungan penuh dari sebagian masyarakat Ethiopia. Namun, sebagai peraih Nobel Perdamaian, aksi tersebut mendapat kritikan dari akademisi Eropa. Mereka bahkan menilai Ahmed tidak ada bedanya dengan pemimpin yang lain.

Namun, pendukung Ahmed mengatakan pemimpin dan masyarakat Ethiopia tidak semestinya diam jika diserang. Apalagi, aksi militer TPLF tejadi setelah Ahmed membuka ruang diskusi. Menychle Meseret dari University of Gondar mengatakan keputusan Ahmed untuk melindungi kedaulatan negara sudah tepat. (Lihat videonya: Menikmati Indahnya Taman Buang Celosia di Banyumas)

“Negeri ini sedang terancam oleh pasukan bersenjata. TPLF telah melakukan serangan secara terang-terangan. Tidak ada negara yang akan menoleransi hal seperti itu, termasuk negara-negara di Eropa,” kata Meseret. “Saya juga melihat Ahmed merupakan pemimpin yang sabar, toleransi, dan kesempatan berdiskusi.” (Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Dituding Sengaja...
AS Dituding Sengaja Dorong Warga Kuba ke dalam Kelaparan
Mengapa India Awasi...
Mengapa India Awasi Ketat Masjid dan Madrasah di Kashmir?
1,6 Juta Orang Masih...
1,6 Juta Orang Masih Hadapi Kelaparan Tingkat Krisis di Gaza
Krisis Kelaparan di...
Krisis Kelaparan di Gaza Memburuk Akibat Blokade Israel Meskipun Gencatan Senjata
Berbagai Perang Terus...
Berbagai Perang Terus Berkecamuk, Produsen Senjata Untung Besar
Gunung Berapi Tertidur...
Gunung Berapi Tertidur Hampir 12.000 Tahun Tiba-tiba Meletus, seperti Bom Dilempar ke Langit
Pendeta dan Ustaz Poso...
Pendeta dan Ustaz Poso Akui Ceramah Jusuf Kalla Sesuai Fakta Konflik
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Ngamuk! Iran Gempur...
Ngamuk! Iran Gempur Pangkalan Armada Ke-5 AS di Bahrain, Tembak Jatuh Drone MQ-9
Rekomendasi
Jadwal Lengkap Piala...
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved