Perusahaan Farmasi AS Kembangkan Obat Semprot Hidung untuk Covid-19

Minggu, 13 Desember 2020 - 22:07 WIB
loading...
Perusahaan Farmasi AS...
Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Para ilmuwan di University of Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) dan perusahaan bioteknologi, Regeneron sedang menyelidiki apakah teknologi yang dikembangkan untuk terapi gen dapat digunakan untuk membuat semprotan hidung yang akan mencegah infeksi Covid-19 .

Idenya adalah menggunakan virus yang telah dilemahkan sebagai "kendaraan" pengiriman untuk membawa instruksi genetik ke sel-sel di dalam hidung dan tenggorokan, yang pada gilirannya akan menciptakan antibodi yang kuat untuk menghentikan Covid-19 menyerang tubuh.

(Baca: AS akan Mulai Vaksinasi Covid-19 pada Awal Pekan Depan )

"Keuntungan dari pendekatan kami adalah Anda tidak memerlukan sistem kekebalan yang kompeten agar ini efektif," kata James Wilson, seorang profesor kedokteran di University of Pennsylvania yang memimpin proyek tersebut, seperti dilansir Japan Today.

Teknologi tersebut saat ini sedang diuji pada hewan dan Wilson percaya, bahwa jika berhasil maka dapat memberikan perlindungan sekitar enam bulan dari satu dosis, menyemprot hidung dan itu melengkapi vaksin yang dapat segera disetujui.

Wilson adalah pelopor terapi gen, mengirimkan kode genetik ke dalam sel pasien untuk memperbaiki cacat dan mengobati penyakit. Tim risetnya menemukan bahwa kelompok virus Adeno-Associated Virus (AAV), yang menginfeksi manusia dan primata lain tetapi tidak diketahui menyebabkan penyakit, dapat direkayasa untuk membawa DNA yang sehat ke dalam sel.

Pendekatan ini menyebabkan persetujuan Zolgensma pada 2019, obat pertama untuk pengobatan atrofi otot tulang belakang, dan hari ini AAV sedang diselidiki untuk lusinan aplikasi yang lebih mungkin. Wilson dihubungi oleh pemerintah AS pada bulan Februari untuk mengetahui apakah dia dan labnya dapat menggunakan teknologi tersebut untuk melawan Covid-19.


Tapi, baru setelah Regeneron mengembangkan dua antibodi buatan laboratorium yang menjanjikan melawan virus Corona, yang mengikat protein permukaan patogen dan menghentikannya menyerang sel kita, timnya dapat bergerak maju.

Antibodi Regeneron sendiri saat ini masih dalam tahap pengujian klinis, tetapi telah menerima persetujuan darurat untuk pasien Covid-19 dengan gejala ringan atau sedang yang berisiko tinggi terkena penyakit parah, dan terutama digunakan baru-baru ini untuk merawat Donald Trump.

Para peneliti berharap semprotan hidung dapat disemprotkan melalui lubang hidung, memasuki sel epitel hidung, dan membajak mesin pembuat protein mereka sehingga mereka membuat antibodi Regeneron.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia, Hanya Ada Anjing Laut dan Penguin
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
Trump Permudah Aturan...
Trump Permudah Aturan Ekspor Senjata, Dunia Terancam Perang Besar?
Mahasiswa Yahudi Merantai...
Mahasiswa Yahudi Merantai Diri di Gerbang Universitas Columbia, Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
China Luncurkan Robot...
China Luncurkan Robot Tangan yang Punya Sensitivitas seperti Jari Manusia
Puan Sebut Pertemuan...
Puan Sebut Pertemuan Megawati dan Prabowo Pasca Libur Lebaran, Jubir PDIP: Mohon Bersabar
Berita Terkini
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
59 menit yang lalu
Taiwan Lawan Tekanan...
Taiwan Lawan Tekanan China di PBB, Tegaskan Status sebagai Negara Berdaulat
1 jam yang lalu
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
7 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
9 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
10 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
10 jam yang lalu
Infografis
AS Gelontorkan Ribuan...
AS Gelontorkan Ribuan Triliun untuk Ukraina, Hasilnya Mengecewakan
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved