10 Aktivis HAM Internasional yang Kematiannya Ditangisi Dunia
Minggu, 13 Desember 2020 - 06:29 WIB
loading...
A
A
A
7. Boris Nemtsov (Rusia, 1959-2015)
![10 Aktivis HAM Internasional yang Kematiannya Ditangisi Dunia]()
Seorang mantan fisikawan yang menjadi politisi, Nemtsov adalah kritikus terkemuka dari Presiden Rusia saat ini, Vladimir Putin. Antara 1999 dan 2015, dia terlibat dalam berbagai gerakan oposisi. Pada 15 Februari 2015, saat berada di Lapangan Merah Moskow, Nemtsov ditembak mati, hanya beberapa hari setelah dia mengkritik keterlibatan militer Rusia di Ukraina.
8. Juan Jose Gerardi Conedera (Guatemala, 1922-1998)
![10 Aktivis HAM Internasional yang Kematiannya Ditangisi Dunia]()
Gerardi adalah seorang uskup Katolik Roma yang membela hak asasi rakyat Guatemala di tengah perang saudara negara itu. Ia menjadi koordinator Kantor Hak Asasi Manusia di Keuskupan Guatemala, yang ditugaskan memberikan bantuan kepada korban pelanggaran hak asasi manusia dan mengumpulkan informasi terkait dengan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan selama perang sipil Guatemala. Dia dipukuli sampai mati pada 26 April 1998, dua hari setelah dia memimpin presentasi publik tentang studi mendalam Gereja Guatemala tentang konflik bersenjata Guatemala (1960-1996). (Baca juga: 10 Komandan Militer Terburuk dengan Kekalahan Memalukan)
9. Ingrid Washinawatok (AS, 1957-1999)
![10 Aktivis HAM Internasional yang Kematiannya Ditangisi Dunia]()
Washinawatok mengadvokasi hak-haknya sendiri dan penduduk asli lainnya di AS. Dia pernah menjabat sebagai ketua komite untuk Dekade Internasional Masyarakat Adat Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan merupakan salah satu produser film dokumenter, Warrior.
Pada 1999, saat dalam perjalanan ke Kolombia, Washinawatok diculik dan dibunuh oleh kelompok bersenjata yang memerangi pemerintah sah Kolombia. Bangsa Menominee, menghormatinya dengan pemakaman prajurit lengkap.
10. Natalya Estemirova (Rusia, 1958-2009)
![10 Aktivis HAM Internasional yang Kematiannya Ditangisi Dunia]()
Estemirova adalah seorang aktivis Rusia yang mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia di Republik Rusia Chechnya. Dia sangat kritis terhadap tindakan yang diambil oleh pemerintah federal Rusia dan otoritas Republik Chechnya.
Kritiknya bahkan mendapat ancaman langsung dari Presiden Chechnya. Pada 15 Juli 2009, saat dia pergi bekerja, kendaraannya disergap oleh orang-orang bersenjata, yang menculiknya dan membunuhnya hanya beberapa jam kemudian.
Sumber: www.worldatlas.com

Seorang mantan fisikawan yang menjadi politisi, Nemtsov adalah kritikus terkemuka dari Presiden Rusia saat ini, Vladimir Putin. Antara 1999 dan 2015, dia terlibat dalam berbagai gerakan oposisi. Pada 15 Februari 2015, saat berada di Lapangan Merah Moskow, Nemtsov ditembak mati, hanya beberapa hari setelah dia mengkritik keterlibatan militer Rusia di Ukraina.
8. Juan Jose Gerardi Conedera (Guatemala, 1922-1998)

Gerardi adalah seorang uskup Katolik Roma yang membela hak asasi rakyat Guatemala di tengah perang saudara negara itu. Ia menjadi koordinator Kantor Hak Asasi Manusia di Keuskupan Guatemala, yang ditugaskan memberikan bantuan kepada korban pelanggaran hak asasi manusia dan mengumpulkan informasi terkait dengan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan selama perang sipil Guatemala. Dia dipukuli sampai mati pada 26 April 1998, dua hari setelah dia memimpin presentasi publik tentang studi mendalam Gereja Guatemala tentang konflik bersenjata Guatemala (1960-1996). (Baca juga: 10 Komandan Militer Terburuk dengan Kekalahan Memalukan)
9. Ingrid Washinawatok (AS, 1957-1999)

Washinawatok mengadvokasi hak-haknya sendiri dan penduduk asli lainnya di AS. Dia pernah menjabat sebagai ketua komite untuk Dekade Internasional Masyarakat Adat Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan merupakan salah satu produser film dokumenter, Warrior.
Pada 1999, saat dalam perjalanan ke Kolombia, Washinawatok diculik dan dibunuh oleh kelompok bersenjata yang memerangi pemerintah sah Kolombia. Bangsa Menominee, menghormatinya dengan pemakaman prajurit lengkap.
10. Natalya Estemirova (Rusia, 1958-2009)

Estemirova adalah seorang aktivis Rusia yang mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia di Republik Rusia Chechnya. Dia sangat kritis terhadap tindakan yang diambil oleh pemerintah federal Rusia dan otoritas Republik Chechnya.
Kritiknya bahkan mendapat ancaman langsung dari Presiden Chechnya. Pada 15 Juli 2009, saat dia pergi bekerja, kendaraannya disergap oleh orang-orang bersenjata, yang menculiknya dan membunuhnya hanya beberapa jam kemudian.
Sumber: www.worldatlas.com
(ysw)
Lihat Juga :