Eks Pemimpin Irak Bantah Baghdad Restui Pembunuhan Soleimani
Sabtu, 12 Desember 2020 - 04:48 WIB
loading...
Mantan perdana menteri Irak membantah klaim Baghdad restui pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani. Foto/Middel East Institute
A
A
A
BAGHDAD - Mantan Perdana Menteri Irak , Adel Abdul Mahdi, membantah klaim yang menyatakan Baghdad menyetujui serangan drone Amerika Serikat (AS) yang menewaskan komandan militer senior Iran Qasem Soleimani pada Januari lalu. Bantahan itu disampaikan langsung oleh perwakilan Adel Abdul Mahdi.
Sebelumnya pendahulu Mahdi, Haider al-Abadi, mengatakan pemerintah Irak telah menyetujui serangan 3 Januari yang menewaskan Soleimani dan komandan kelompok milisi Syiah Irak Abu Mahdi al-Muhandis. Serangan itu dilakukan di dekat Bandara Internasional Baghdad.
Haider menyatakan klaim tersebut saat tampil di televisi. Sebagai tanggapan, perwakilan Mahdi membantah tuduhan tersebut.
"Kami sepenuhnya menyangkal informasi yang beredar di media bahwa pihak berwenang Irak memberikan izin kepada kendaraan udara tak berawak AS yang menyerang para syuhada (Soleimani dan al-Muhandis)," kata perwakilan mantan perdana menteri yang mundur pada Mei lalu itu dalam sebuah pernyataan.
"Sebaliknya, (pihak berwenang) secara ketat mematuhi aturan pergerakan keduanya di darat dan di udara, meskipun dari waktu ke waktu, mencatat (terjadinya) pelanggaran," sambungnya seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (12/12/2020).
Perwakilan Mahdi lantas mengungkapkan rangkaian peristiwa tersebut. Menurutnya, pada 2 Januari, beberapa jam sebelum serangan, komandan koalisi AS saat itu Letnan Jenderal Robert White mengirim pesan menuntut koordinasi yang lebih besar dan penghapusan pembatasan yang ditempatkan di wilayah udara Irak. Ia menambahkan bahwa tidak ada izin seperti itu untuk serangan diberikan pada saat itu.(Baca juga: Trump Dilaporkan akan Tarik Diplomat AS dari Irak )
Sebelumnya pendahulu Mahdi, Haider al-Abadi, mengatakan pemerintah Irak telah menyetujui serangan 3 Januari yang menewaskan Soleimani dan komandan kelompok milisi Syiah Irak Abu Mahdi al-Muhandis. Serangan itu dilakukan di dekat Bandara Internasional Baghdad.
Haider menyatakan klaim tersebut saat tampil di televisi. Sebagai tanggapan, perwakilan Mahdi membantah tuduhan tersebut.
"Kami sepenuhnya menyangkal informasi yang beredar di media bahwa pihak berwenang Irak memberikan izin kepada kendaraan udara tak berawak AS yang menyerang para syuhada (Soleimani dan al-Muhandis)," kata perwakilan mantan perdana menteri yang mundur pada Mei lalu itu dalam sebuah pernyataan.
"Sebaliknya, (pihak berwenang) secara ketat mematuhi aturan pergerakan keduanya di darat dan di udara, meskipun dari waktu ke waktu, mencatat (terjadinya) pelanggaran," sambungnya seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (12/12/2020).
Perwakilan Mahdi lantas mengungkapkan rangkaian peristiwa tersebut. Menurutnya, pada 2 Januari, beberapa jam sebelum serangan, komandan koalisi AS saat itu Letnan Jenderal Robert White mengirim pesan menuntut koordinasi yang lebih besar dan penghapusan pembatasan yang ditempatkan di wilayah udara Irak. Ia menambahkan bahwa tidak ada izin seperti itu untuk serangan diberikan pada saat itu.(Baca juga: Trump Dilaporkan akan Tarik Diplomat AS dari Irak )
Lihat Juga :