Tolak Sanksi Ekonomi, UE Bersumpah Perluas Daftar Blacklist Turki

Jum'at, 11 Desember 2020 - 23:39 WIB
loading...
A A A
UE ingin agar Ankara mendapatkan konsekuensi untuk pengeborannya di perairan yang diklaim oleh Siprus dan Yunani. Pada saat yang sama, blok tersebut berharap untuk mendorong Turki ke dalam de-eskalasi dan menghindari terputusnya hubungan dengan mitra dagang utama serta sekutu utama dalam perang melawan migrasi ilegal ke Eropa dari Timur Tengah.

Hasil KTT Eropa menandai kompromi yang diperjuangkan dengan keras antara sekelompok negara UE termasuk Yunani, Siprus dan Prancis yang ingin mengejar garis keras melawan Turki dan faksi yang dipimpin Jerman ingin melangkah lebih hati-hati.(Baca juga: UE Nyatakan Siap Pasok Vaksin Covid-19 ke Gaza )

UE memberi argumen tambahan karena menunda langkah segera menuju hukuman yang lebih luas oleh kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) pada 3 November lalu. Ibu kota Eropa ingin bekerja sama dengannya dalam berbagai masalah termasuk Turki setelah empat tahun yang penuh ketegangan dengan Presiden Donald Trump yang akan lengser.

"Uni Eropa akan berusaha untuk mengoordinasikan masalah yang berkaitan dengan Turki dan situasi di Mediterania timur dengan Amerika Serikat," kata para pemimpin blok itu dalam pernyataan mereka.

Ankara berselisih dengan Yunani dan Siprus terkait perbatasan laut. Klaim yang tumpang tindih atas kedaulatan di perairan yang kaya akan cadangan hidrokarbon itu menyebabkan ketegangan antara angkatan laut Yunani dan Turki awal tahun ini, sementara kesepakatan untuk mengadakan dialog sejauh ini gagal terwujud. Pendudukan Turki di Siprus utara sejak 1974 telah menjadi sumber ketegangan lebih lanjut.(Baca juga: Pelanggaran HAM atas Pengikut Gulen di Turki Jadi Sorotan Internasional )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
Trump Sebut Sistem Pemilu...
Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia
Rekomendasi
Raih Doktor di Unair,...
Raih Doktor di Unair, Pangi Chaniago Tawarkan Model Baru Jelaskan Split Ticket Voting di Indonesia
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Yusril Sebut KPK Bisa...
Yusril Sebut KPK Bisa Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah
Berita Terkini
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved