alexametrics

Kasus Corona Menurun, Australia Buka Kembali Aktivitas Belajar Mengajar

loading...
Kasus Corona Menurun, Australia Buka Kembali Aktivitas Belajar Mengajar
Sejumlah pelajar masuk pada hari pertama sekolah pasca-lockdown selama beberapa pekan di Brisbane, Australia, kemarin. Foto/Reuters
A+ A-
SYDNEY - Negara bagian Victoria, Australia, akan membuka kembali aktivitas belajar mengajar di ruang kelas pada 27 Mei mendatang. Hal itu diungkapkan Gubernur Daniel Andrews setelah melakukan perundingan dengan berbagai pihak.

Pembukaan sekolah itu akan dilakukan secara bertahap dalam waktu yang sudah ditentukan, mulai dari mahasiswa terlebih dahulu hingga siswa taman kanak-kanak kemudian.

Sebelumnya Andrews dikritik pihak oposisi karena dianggap sangat lambat dalam mengambil keputusan, termasuk dalam pembukaan sekolah. Penentuan ini penting karena menyangkut masa depan ekonomi Australia.



Pemerintah Victoria sebelumnya berencana membuka kembali sekolah pada awal Juni. Namun, setelah dikritik oposisi, kini rencana itu diubah menjadi sepekan lebih awal. Menurut data kesehatan, angka infeksi virus corona Covid-19 telah melambat di Victoria.

"Saya memiliki tiga anak yang masih sekolah yang kini belajar dari rumah. Saya tahu dan mengerti hal ini tidaklah mudah. Namun, langkah itu telah memberikan perbedaan terhadap jumlah kasus Covid-19 di Victoria," ujar Andrews. (Baca: Bill Gates Mengaku Ingin Peringatkan Trump Tentang Pandemi pada 2016)

Meski akan segera dibuka, setiap sekolah diwajibkan menaati arahan dan peraturan yang dibentuk pemerintah. Beberapa di antaranya menunda terlebih dahulu kegiatan makan bersama, menjaga kebersihan, dan melakukan pembatasan sosial.

Victoria merupakan negara bagian terakhir di Australia yang berencana memulihkan aktivitas belajar mengajar di sekolah. Sebelumnya beberapa negara bagian di Australia menerapkan sistem lockdown untuk menanggulangi Covid-19.

Negara bagian New South Wales juga sudah membuka sekolah awal pekan ini, tapi belum sepenuhnya normal. Siswa hanya diperbolehkan masuk kelas sepekan sekali dengan persyaratan dan peraturan yang ketat.

Sampai saat ini jumlah pasien Covid-19 di Australia mencapai 7.000, 97 di antaranya tewas. New South Wales dan Victoria merupakan dua negara bagian yang terdampak paling buruk di antara negara bagian lainnya di Australia.

Treasurer Josh Frydenberg berencana mencabut kebijakan lockown untuk memulihkan kondisi ekonomi yang diperkirakan akan mencapai AUD9 miliar per bulan. Dia berharap sekembalinya warga Australia bekerja, ekonomi akan kembali meningkat.

Pemerintah Australia memperkirakan sekitar 850.000 orang akan kembali bekerja setelah lockdown dicabut.

Sama seperti Australia, Swiss juga membuka kembali sekolah. Ribuan anak-anak bahkan sudah masuk kelas awal pekan ini. Seperti dilansir Reuters, mereka tampak ceria karena dapat bertemu kembali dengan teman-temannya.

Tapi, mereka harus beradaptasi dengan peraturan baru. Siswa Geneva La Tour School, misalnya, yang mewajibkan anak-anak melakukan pembatasan sosial. Setiap kelas juga hanya diisi separuhnya dengan letak bangku berjarak minimal 2 meter.

"Saya ingin cepat-cepat masuk sekolah lagi karena menyenangkan. Saya juga menyukai guru-guru di sini," kata Heloise, siswa Geneva La Tour School. "Saya juga bosan tinggal di rumah dan memilih pergi ke sekolah," ucap temannya, Yunyi. (Baca juga: Kasus Baru Bermunculan, Seluruh Penduduk Wuhan Akan Jalani Tes Corona)

Sejauh ini, jumlah pasien Covid-19 di Swiss mencapai 30.000, 1.500 di antaranya tewas. Dengan angka yang melambat, Bern berupaya memperlonggar lockdown dan mulai memulihkan aktivitas publik.

Ibu Heloise, Diane Jolidon, mengaku sangat senang anaknya dapat kembali bersekolah. Dia mengaku kewalahan untuk mengurus anaknya di rumah karena harus bekerja. Tapi, sejumlah orang tua mengaku cemas dengan keselamatan anak-anak mereka.

"Saya tentu berharap anak-anak dapat bersekolah, tapi saya juga bingung karena kondisinya seperti ini," kata Jolidon. Kecemasan serupa diungkapkan Linda Bapst, ibu seorang anak yang masih sekolah di taman kanak-kanak.

Di sebuah sekolah di Lausanne, para guru mengenakan masker. Setiap anak-anak juga diperiksa secara berkala sebelum memasuki ruangan kelas. Setidaknya kemarin dua siswa tidak diperbolehkan masuk karena dikhawatirkan dalam kondisi tidak sehat.

Selain sekolah, restoran juga mulai membuka pintu bagi pelanggan dengan peraturan serupa. Setiap kursi di meja makan harus terpisah minimal 2 meter. (Muh Shamil)
(ysw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak