Kabinet Arab Saudi: Perjuangan Palestina Masalah Fundamental Arab!

Rabu, 09 Desember 2020 - 05:08 WIB
loading...
Kabinet Arab Saudi:...
Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Kerajaan Arab Saudi memimpin pertemuan kabinet secara virtual. Foto/SPA
A A A
RIYADH - Kabinet atau Dewan Menteri Arab Saudi telah menegaskan kembali sikap Kerajaan terhadap perjuangan Palestina sebagai masalah Arab yang fundamental.

Kabinet, dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan, mengatakan bahwa perjuangan Palestina masih menjadi masalah kebijakan luar negeri utama pemerintah.

Pertemuan kabinet pada hari Selasa dipimpin oleh Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud. Selain krisis Palestina, pertemuan itu juga membahas beberapa masalah termasuk upaya terbaru dalam penganan pandemi virus corona. (Baca: Kata Iran, Dunia Akan Jadi Lebih Aman Tanpa Zionis Israel )

"Yang Mulia Dr Majid al-Qasabi menyatakan komitmen Kerajaan untuk mendukung pilihan strategis untuk perdamaian dan mematuhi Inisiatif Perdamaian Arab tahun 2002 sesuai dengan resolusi dan hukum internasional," bunyi pernyataan resmi Kabinet Arab Saudi yang dilansir Saudi Press Agency, Rabu (9/12/2020). Qasabi adalah Menteri Perdagangan dan Investasi Arab Saudi.

“Dan pada kesempatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina, pentingnya pendudukan Israel berhenti membangun permukiman di tanah Palestina, yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional, dan penghambat pencapaian perdamaian permanen dan komprehensif," lanjut pernyataan kabinet. (Baca juga: Pangeran Arab Saudi Sebut Israel Tempatkan Warga Palestina di Kamp Konsentrasi )

Akhir pekan lalu, Arab Saudi mengatakan tetap terbuka untuk sepenuhnya menormalisasi hubungan dengan Israel dengan syarat negara Palestina yang merdeka telah berdiri. Pernyataan itu dibuat oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Putri Thailand Bajrakitiyabha...
Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia usai Koma 3 Tahun
Rekomendasi
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved